Magic Mushroom Bisa Sembuhkan Depresi Dengan ‘Reset’ Otak

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 4 September 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Menurut sebuah penelitian terbaru, magic mushroom dapat membantu pasien depresi. Tentunya kita selama ini mengetahui bahwa magic mushroom bisa memberi efek halusinasi atau psychedelic pada pengonsumsinya.

Dilansir dari Merdeka.com (03/09/2020), kinerja otak akan berubah ketika kita berada dalam pengaruh zat tertentu, dalam hal ini magic mushroom.

Untuk itu, beberapa ilmuwan dari Imperial College London memberi psilocybin, zat aktif yang terkandung dalam magic mushroom, kepada 20 pasien depresi yang belum ditangani dengan obat lain. Dosisnya, 10mg psilocybin di minggu pertama, dan 25 mg di minggu berikutnya.

Kesemua pasien disebut merasa lebih baik selepas mengonsumsi psilocybin, namun proses membaiknya memakan waktu yang berbeda-beda: ada yang 1 minggu, hingga 5 minggu.

Penelitian ini juga didukung oleh pemindaian otak sebelum dan sesudah mengonsumsi psilocybin. Setelah pengobatan dengan psilocybin, ada lebih sedikit aliran dara ke bagian otak yang bertugas untuk memproses emosi (amygdala).

Penelitian ini juga menyebut bahwa ketika dalam pengaruh obat-obatan, terdapat disintegrasi dalam bagian-bagian tertentu dalam otak.

Hal ini menyebabkan ketika orang sedang mabuk mushroom atau sedang mabuk obat-obatan terlarang, mereka kehilangan akal sehat atau ego dirinya. Namun hasil pemindaian otak menyebut bahwa ketika hal tersebut selesai dilakukan, bagian-bagian otak tersebut akan terkoneksi dan terintegrasi kembali.

Kesimpulannya, ‘mungkin’ psychedelic atau halusinasi dari mushroom bisa mengubah pola lama dari otak dan mereset otak dalam keadaan baru kembali.

Tentu hal ini bisa dilakukan dengan cara kontrol dari dokter atas dosis psilocybin, dan tak serta merta depresi bisa sembuh dengan mabuk mushroom setiap hari. Menarik? (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: