Luno Catat Pertumbuhan Transaksi Sebesar Empat Kali Lipat

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 14 Januari 2022
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Luno, platform jual beli aset kripto global, berhasil mencatatkan pertumbuhan volume transaksi sebesar 4X lipat, serta peningkatan jumlah pelanggan hingga 75 persen sepanjang tahun 2021. Secara global, Luno juga meraih beberapa pencapaian luar biasa, seperti pendanaan USD700 juta yang diterima oleh perusahaan induknya (Digital Currency Group).

“Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi salah satu pemain terbesar di Asia Tenggara. Hal ini terbukti dengan jumlah investor aset kripto yang aktif di Indonesia tumbuh hingga hampir 5X lipat, di mana sepertiga di antaranya didominasi oleh investor Bitcoin,” ungkap Jay Jayawijayaningtiyas, Country Manager, Luno Indonesia dalam keterangan persnya, dilansir dari Merdeka.com (13/01/2022).

Meskipun mengalami pertumbuhan yang pesat dan belum pernah terjadi sebelumnya, Jay menganggap bahwa adopsi aset kripto masih berada di tahap awal. Popularitas kripto memang telah meluas ke hampir semua negara, namun pada kenyataannya, hanya 300 juta orang di dunia yang telah menjadi investor, dan hanya sekitar 18.000 entitas bisnis yang menggunakan kripto.

Survei tahun 2021 yang dilakukan oleh Luno dan YouGov menemukan beberapa alasan akan keraguan masyarakat umum untuk berinvestasi aset kripto. Sekitar 62 persen responden Indonesia mengaku tidak berinvestasi aset kripto karena tidak memahami cara kerjanya.

Masih berhubungan dengan hal tersebut, mereka juga menyebutkan bahwa pengetahuan yang lebih baik tentang kripto akan menjadi faktor terpenting untuk mendorong mereka mulai berinvestasi aset kripto.

“Stigma-stigma negatif seputar investasi kripto kebanyakan berasal dari orang-orang yang belum sepenuhnya mengerti. Misalnya, anggapan bahwa membeli atau berinvestasi di kripto itu sulit dan hanya investor ahli saja yang bisa melakukannya. Atau, banyak yang enggan berinvestasi karena mendengar adanya kasus penipuan yang melibatkan kripto,” ungkapnya.

Karena itu, Jay mengatakan strategi yang dilakukan untuk menekan stigma negatif itu adalah untuk memperbanyak konten edukasi yang bisa meluruskan pemahaman di masyarakat, serta memberikan pemahaman kepada investor baru dan lama, agar mereka dapat menjaga diri dan dana mereka seaman mungkin.

Di sisi lain, Luno juga memberikan dukungan kepada Pemerintah Indonesia yang sedang berfokus pada standardisasi regulasi industri kripto di Indonesia. Peraturan atau kebijakan baru berkenaan dengan kripto akan memberikan kejelasan dan perlindungan lebih baik kepada investor dan entitas bisnis.

“Luno percaya bahwa inisiatif ini akan menjadi titik awal yang baik untuk peningkatan adopsi kripto, karena masyarakat akan merasa lebih percaya diri dan aman saat memasuki pasar,” terang dia. (Uli)