Lulusan SMA, Bisnis Olahan Kopi Raup Untung Rp600 Juta Per Bulan

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Minggu, 6 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Memulai bisnis memang dibutuhkan perjuangan yang ekstra. Bukan hanya bermodal uang saja, tapi wawasan mengenai dunia usaha juga diperlukan untuk mencapai bisnis yang sukses.

Apalagi dengan persaingan Usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia yang kian ketat. Tak sedikit yang merasa pesimis. Namun hal itu mampu ditepis oleh pria asal Aceh.

Meski berijazah SMA, Teuku Dharul Bawadi mampu membangun usaha kopinya sendiri. Tak tanggung-tanggung, kini bisnis kopinya sudah ke kancah internasional dan meraup untung mencapai Rp600 juta. Sampai ia beberapa kali diundang sebagai pembicara dan dipuji oleh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Sebuah kisah inspiratif yang bisa dijadikan sebagai contoh, bagi Anda yang hendak berbisnis. Berikut ulasannya.

Berijazah SMA, Sempat Kuliah

Dilansir dari Merdeka.com (04/12/2020), yang mengunggah kembali kisah inspiratif perjalanan karier Teuku Dharul Bawadi di dunia bisnis kopi.

Pria lulusan SMA ini mengaku sempat mengenyam pendidikan tinggi kuliah. Tapi hanya dijalani sampai 3 tahun.

“Sebenernya saya kuliah di semester enam mau lanjut semester ke tujuh saya liat kawan-kawan saya di tempat kuliah semua mengejar untuk jadi PNS dan lain-lain,” kata Bawadi seperti dikutip dari @sekolahpebisnis.

Berjalan Sesuai Passion

Lantaran melihat para rekannya yang mengejar jadi orang kantoran, berbanding terbalik dengan dirinya. Bawadi merasa passion-nya ada di bidang bisnis. Membantu memberi lapangan pekerjaan.

Akhirnya pria asal Aceh ini pun memberanikan diri untuk keluar dari kampus. Dan mulai belajar bisnis.

“Bertolak belakang dengan saya, saya ingin menciptakan, bagaimana saya bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain,” imbuhnya.

Terjun ke Bisnis Kopi, Langsung Kirim ke Malaysia

Berdasarkan rencana dan modal yang cukup, Bawadi terjun ke bisnis kopi. Sesuai dengan nama panggilannya, ‘Bawadi Coffe’.

“Akhirnya saya memutuskan untuk membuat satu perusahaan namanya Bawadi Coffee,” ungkapnya.

Tak tanggung-tanggung, ia langsung menjual dagangannya ke Negeri Jiran. Sebab Bawadi menilai bahwa persaingan di Indonesia lebih susah.

“Saya ambil pertama kopi Arabica Gayo kita produksi di awal tahun 2014 saya mulai memasarkannya ke beberapa lokasi yakni ke Malaysia dan Singapura. Karena memang awal target kopi Bawadi kita langsung ke Malaysia,” jelas Bawadi.

Jamah Pasar Internasional

Bawadi semakin melebarkan sayap bisnis kopinya sampai di kancah internasional. Lantaran pasar di luar negeri terbilang mudah dengan persaingan dan kompetitornya.

Bawadi mencari relasi sampai negeri terdekat, seperti Singapura dan Malaysia. Perlahan hendak ke seluruh Asia.

“Karena kalau kita masuk ke nasional harus ada nama karena orang agak susah nerima produk baru kalau memang dia belum ada nama. Tapi saya sesuaikan ke luar negeri,” papar Bawadi.

Sandiaga Uno Sampai Salut

Belum lama ini Bawadi bergabung dalam acara virtual meeting bersama mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno. Saat Bawadi bertanya, ia langsung dipuji, karena telah memiliki bisnis besar. Selaku pengusaha perwakilan dari Aceh.

“Bawadi ini luar biasa ini. Karena dia nanya, tapi sebetulnya sekaligus promosi. Di belakangnya terlihat Bawadi Coffe. Disebut berkali-kali, merupakan cara kita untuk meningkatkan omzet, promosi,” kata Sandi seperti dikutip dari acara Seminar Leadership & Entrepeneurship, Kamis (26/11).

Untung Rp600 Juta Per Bulan

Awalnya Bawadi mengeluarkan kocek untuk modal Rp30 juta dan bekerja sama dengan 50 petani. Kini Bawadi Coffe sudah bisa membantu 1.840 petani kopi dan 28 karyawan lepas, serta sebanyak 34 orang yang didominasi oleh mahasiswa.

Keuntungan yang diperoleh dari sepak terjangnya di dunia bisnis selama 6 tahun, sudah bisa mencapai sekitar Rp600 juta.

“Modal awal kita Rp30 juta. Itu hasil dari tabungan saya pribadi. Penjualan sebulan Rp600 juta,” kata Bawadi. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: