Lotte Mart Masih Menjual Minyak Goreng Kadaluarsa

Rabu, 17 Februari 2016

Indolinear.com, Tangsel – Masyarakat Kota Tangsel harus lebih waspada dan berhati-hati dalam membeli kebutuhan pokok di toko modern, sebab dalam sidak yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tangsel, ditemukan bahan pokok yang sudah kadaluarsa yakni minyak goreng.

Temuan barang kadarluasa itu terdapat di Lottemart di Jalan Raya Serpong, Kecamatan Serpong Utara, Selasa (16/2/2016).

Berdasarkan temuan salah seorang petugas Disperindag Ahmad, menemukan  minyak goreng ikan dorang mas yang 11 Desember 2015 sudah kadarluarsa dengan ukuran 2 liter, dan minyak goreng Borges ukuran 5 liter masih terpajang untuk dijual kepada masyarakat.

Tidak hanya menemukan barang kadarluarsa, dalam sidak tersebut, barang kemasan kaleng pun banyak yang rusak ataupun penyok, bahkan ada makanan yang tidak ada petunjuk pembuatannya.

Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Rohidin menjelaskan, terdapat beberapa bahan pokok seperti minyak goreng yang sudah kadaluarsa, selain itu ada beberapa makanan yang dalam kondisi kemasan rusak.

Seperti sebelumnya pihaknya dalam melakukan razia secara persuasif menyampaikan kepada pengusaha agar segera diperbaiki rekomendasi dari temuannya, dikarenakan untuk melindungi hak konsumen.

“Hasil pemeriksaan masih sama dengan sebelumnya, seperti kemasan rusak, mendekati kadaluarsa, namun kali ini ada yang kadaluarsa. Kami himbau masyarakat dalam berbelanja untuk memeriksa kemasan dan tanggal kadaluarsanya,” ujarnya.

Tambahnya tidak hanya makanan yang diperiksa, Surat Ijin Usaha Toko Modern (IUTM) toko tersebut diketahui belum ada. Ketika ditanyakan kepada penanggung jawab ia mengatakan bahwa sedang dalam proses pengurusan. “Untuk ijin akan diberikan waktu satu bulan dari pemeriksaan ini,” ujarnya.

Sementara Sesion Head Facility Lotte Mart Taufik mengatakan bahwa pihaknya sudah mengurus terkait perijinan di Kota Tangsel sejak 25 Januari.

Ditanyakan soal Perda No 4 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan perizinan dan pendaftaran usaha perindustrian dan perdagangan pihaknya menyatakan peraturan tersebut baru di sosialisasikan oleh Pemkot Tangsel.

“Sudah kami urus, untuk rekomendasi atas barang-barang yang ditemukan akan kami jalankan,” pungkasnya.

Sementara di Hypermart WTC, Disperindag hanya menemukan barang-barang kemasan kaleng yang rusak, dan tidak ada label halalnya. Kepala Bidang Perindustrian Ferry Payacun menjelaskan, untuk di Hypermart tidak ditemukan barang kadaluarsa, namun hanya kemasan rusak dan tidak ada label halalnya. (sophie)

 

 

loading...