Lomba Baca Puisi Virtual LKB: Aktualisasi Digital Di Kala Pandemi

FOTO: merdeka.com/imdolinear.com
Selasa, 20 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) bermitra dengan Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta merampungkan lomba baca puisi virtual tingkat pelajar dan mahasiswa.

Terdapat 33 pemenang dari tiap kategori, yakni juara 1, 2, dan 3; juara harapan 1, harapan 2, dan harapan 3; 5 juara terpuji; dan juara favorit.

Penyerahan hadiah kepada para pemenang dilakukan pada Jumat (9/10) di Dinas Pendidikan DKI Jakarta secara drive-thru. Lomba yang didukung Bank DKI dan PD Pasar Jaya dimulai sejak September lalu, dengan tema “Nasionalisme dan Berbudaya melalui Literasi.”

Iwan Henry Wardhana, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, memberikan apresiasi tinggi pada LKB yang menginisiasi acara ini. Lomba ini diikuti 185 peserta usia SD/MI, 280 peserta SMP/MTs, dan 122 peserta SMA/MA/SMK/Universitas. Para peserta merupakan siswa-siswi yang berdomisili di DKI Jakarta dan membacakan dua puisi; wajib dan pilihan, karya Chairil Anwar, WS Rendra, dan Taufik Ismail.

Sementara untuk puisi pilihan, adalah karya penyair dari Betawi, seperti Susy Aminah Aziz, Tuty Alawiyah AS, Zeffry Alkatiri, Yahya Andi Saputra, Rizal, Fadjriah Nurdiarsih, Rachmad Sadeli, Sam Mochtar Chaniago, dan lain-lain.

“Meski pandemi, ide-ide dan kreativitas ternyata memang tetap berjalan. Apalagi animo peserta terhadap acara ini juga sangat besar. Banyak di antara generasi muda, bibit anak-anak sekolah, yang punya jiwa dan bakat di bidang kesenian,” ujar Iwan dalam keterangan resminya, dilansir dari Merdeka.com (19/10/2020).

Iwan mengakui banyaknya peserta merupakan pertanda positif buat dinas pendidikan dan dinas kebudayaan. Namun, juga memunculkan tantangan sekaligus pekerjaan rumah untuk memantapkan tugas berikutnya, yaitu memantapkan atau menambah keseriusan mereka, sehingga menjadi sebuah bakat yang bisa dieksplorasi berikutnya.

Aktualisasi Digital

Apresiasi juga datang dari Nahdiana, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Menurut Nahdiana, kegiatan lomba baca puisi virtual ini menjadi kegiatan yang sangat bagus, terutama di tantangan masa pandemi, terutama tantangan belajar di rumah.

“Dengan lomba puisi virtual ini, anak-anak belajar mengapresiasi diri mereka. Anak-anak punya aktualisasi diri yang sangat baik, berani tampil di depan umum, dan menjadi juara. Hal ini sesuai dengan misi pendidikan yang tuntas berkualitas. Artinya, kita tidak ingin mengungkung anak-anak pada satu bakat atau talenta. Kita tidak ingin anak-anak belajar hanya pada apa yang diberikan oleh guru. Kita dorong anak-anak menemukan minat dan bakatnya,” pungkas Nahdiana.

Penghormatan untuk Bang Ipul

Beky Mardani, Ketua LKB, menambahkan lomba ini merupakan inisiatif dari Saefullah, Sekda Pemprov DKI Jakarta, yang wafat beberapa waktu lalu. Sebagai tokoh Betawi yang juga berlatar belakang dunia pendidikan, Bang Ipul —sapaan akrab Saefullah— memang sangat peduli terhadap upaya eksplorasi lebih jauh terhadap kebudayaan Betawi di kalangan generasi muda.

“Karena itu, sebagai penghormatan, piala untuk pemenang tingkat SMA/MA/SMK/Universitas, kami dedikasikan untuk Bang Ipul. LKB juga berharap acara lomba baca puisi virtual ini bisa diadakan setiap tahun,” ucap Beky.

Para peserta dan LKB berharap lomba ini bisa diadakan setiap tahun. Namun, mengingat masih adanya tantangan dalam pembuatan video maupun teknis pembacaan puisi, salah seorang juri, Yahya Andi Saputra, meminta diadakan bengkel pelatihan membaca puisi secara berkala kepada siswa-siswa.

“Apalagi  selama 30 tahun model pembacaan puisi kita tidak berubah. Padahal membaca puisi dan mendeklamasikan puisi sangat berbeda,” ujar Yahya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: