Lima Tips Google Agar Tetap Terhubung saat Bekerja Dari Rumah

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Minggu, 22 Maret 2020

Indolinear.com, Jakarta – Di tengah pandemik virus Covid-19, semakin banyak perusahaan menerapkan model bekerja dari rumah untuk para karyawannya. Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan konsep bekerja dari rumah untuk jangka waktu lama, perubahan pola kerja seperti ini bisa menjadi transisi menantang.

Perusahaan teknologi dunia, Google, melalui tim People Analytics, melakukan penelitian dengan mewawancarai 5.000 karyawan dari berbagai perusahaan untuk mengetahui apa saja tantangan yang muncul ketika harus berkolaborasi dengan teman kerja dari zona waktu dan lokasi berbeda.

“Di Google, kami ingin memahami lebih jauh pengaruh pola kerja dari rumah terhadap kinerja tim,” demikian rilis Google yang dilansir dari Merdeka.com (20/03/2020).

Setelah melakukan studi selama dua tahun, Google menemukan bahwa bekerja dari rumah ternyata sama efektifnya dengan bekerja di kantor, tapi prosesnya belum tentu mudah atau menyenangkan.

Tantangan yang biasanya muncul saat harus bekerja dari rumah adalah, mereka tidak tahu harus mulai dari mana. Misalnya, apa saja yang harus ditanyakan ketika bekerja dari rumah, apa saja hal-hal penting yang harus dilakukan saat bekerja dari rumah.

Untuk membantu karyawan di perusahaan besar atau kecil beradaptasi dengan pola kerja dari rumah, berikut lima tips profesional yang patut dicoba:

  1. Saling bicara satu sama lain

Memulai dengan percakapan ringan dapat membantu. Walau bekerja di rumah, ciptakanlah peluang untuk berkomunikasi dengan rekan-rekan kerja seperti saat di kantor.

Bisa dengan memulai rapat video call dengan pertanyaan ringan bersifat personal. Misalnya “Hai, apa kabar kalian semua?” atau “Ada berita menarik apa nih belakangan ini?”

Kemudian pertimbangkan untuk membuat grup chat yang selalu “aktif” untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait pekerjaan atau sekadar menyampaikan pesan-pesan lucu dan menarik.

  1. Pastikan Anda Hadir dan Tetap Menyimak

Ketika bekerja secara virtual, terkadang tanda-tanda kehadiran akan hilang terutama saat kita mematikan mikrofon atau saat fokus ke layar laptop. Untuk itu, nyalakanlah mikrofon dan simaklah penjelasan teman-teman satu tim. Anda bisa membalasnya dengan menganggukkan kepala atau menjawab sambil mengatakan “iya” atau wah, ide bagus.

Selanjutnya, simpan atau jauhkan ponsel Anda saat konferensi video kecuali Anda menggunakan ponsel untuk mencatat poin-poin penting. Pastikan juga Anda terlihat dengan jelas di layar konferensi video. Zoom wajah Anda hingga terlihat jelas, lakukan kontak mata, dan ekspresikan reaksi Anda dengan jelas.

  1. Jangan Lupakan Rekan yang Lokasinya Jauh

Terkadang anggota tim yang tinggal di lokasi jauh dapat mengalami kesulitan untuk menyampaikan pendapatnya saat rapat, karena seringkali mereka mengalami kendala tertentu. Oleh karena itu, Anda bisa membantu dengan memberi mereka kesempatan untuk bicara.

Saat rapat sudah masuk ke tahap diskusi, dahulukanlah rekan yang lokasi rumahnya paling jauh untuk bicara dan menyampaikan pendapatnya. Jika Anda melihat ada rekan satu tim yang ingin bicara, berhentilah sejenak dan beri mereka kesempatan. Jangan lupa sapa mereka. Kirimkan pesan instan untuk menyemangati rekan-rekan satu tim, bisa berupa artikel terkait proyek yang sedang dikerjakan, atau foto-foto lucu, agar suasana tetap cair dan menyenangkan.

  1. Tetapkan Aturan Tim

Aturan dapat memperjelas ekspektasi kerja tim. Namun, terkadang aturan ini tidak ditetapkan dengan jelas, sehingga dapat membingungkan rekan satu tim. Oleh karena itu, dorong anggota tim untuk membuat aturan terkait komunikasi atau pengambilan keputusan, misalnya kapan waktu untuk menjawab email/berhenti berkomunikasi dan alur penyampaian informasi di zona waktu yang berbeda. Kemudian tetapkan aturan terkait waktu rapat di luar jam kerja yang boleh atau tidak boleh diikuti oleh anggota tim.

  1. Makan Bersama sambil video call

Coba atur rapat tanpa agenda untuk sekadar menanyakan kabar. Veronica Gilrane, Manajer People Innovation Lab di Google yang memimpin penelitian ini mengatakan, seminggu sekali dia mengadakan rapat tanpa agenda khusus untuk sekadar menanyakan kabar teman-teman satu timnya. Dia juga mendorong rekan-rekan satu tim yang tinggal di lokasi berbeda untuk video call sambil sarapan atau makan siang, guna mempererat ikatan sesama anggota tim.

“Bisa melihat wajah rekan satu tim, walau rasanya tidak sama seperti bertemu langsung, tetap membantu. Anda dapat membaca emosinya sekaligus mengetahui keadaan mereka,” pungkas Gilrane. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

INDOLINEAR.TV