Lima Polisi Indonesia Ini Mebagikan Makanan Gratis Untuk Masyarakat

FOTO: detik.com/indolinear.com
Kamis, 6 Mei 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Banyak cara bagi polisi untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Salah satunya dengan membagikan makanan gratis.

Masyarakat mengenal polisi sebagai sosok yang tegas dan disegani. Jauh dari hal itu, sebenarnya polisi juga manusia biasa yang berhati mulia. Mengingat tugasnya adalah melayani dan mengayomi masyarakat.

Buktinya, banyak Polres dari berbagai daerah di Indonesia kompak membantu masyarakat sekitarnya dengan membagikan paket makan gratis. Kebanyakan paket makanan itu diberikan setiap Jumat, hari yang dianggap baik oleh Islam. Kebaikan para polisi dengan memberikan makanan gratis itu juga disambut baik oleh masyarakat, dilansir dari Detik.com (04/05/2021).

  1. Bagikan 2.000 Nasi Bungkus Gratis untuk Kaum Duafa

Bripka Fauzi Al Qomar di kepolisian Sektor Sempor, Kebumen menuai banyak pujian atas kebaikannya. Ia membuka warung makan yang dikhususkan untuk membantu kaum duafa. Warung makan tersebut dinamakan Warung Shodaqoh.

Sesuai namanya, di warung tersebut, Fauzi bersedekah dengan memberikan nasi bungkus untuk orang yang tidak mampu secara cuma-cuma alias gratis. Dalam menjalankan inisiatifnya itu, ia dibantu sang istri yang memasak beras yang semula 5 kilogram, kemudian bertambah menjadi 10 kilogram dalam sehari.

Warung Shodaqoh tersebut beroperasi setiap Jumat. Mereka bahkan membuat paket nasi bungkus sekitar 1.700 hingga 2.000 yang ia jajakan dalam gerobak seperti layaknya orang jualan. Fauzi mengatakan bahwa dirinya hanya ingin berbuat baik terhadap sesama.

Atas kemuliaan hati Fauzi, ia pun mendapat pujian dari banyak orang. Bahkan ia juga menerima penghargaan dari Kepolisian atas apa yang ia lakukan dalam membantu orang yang tidak mampu.

  1. Memberi Makan untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa

Kisah inspiratif ini datang dari polisi bernama Iptu Mulyani yang bertugas di satuan lalu lintas di Jombang, Jawa Timur. Saat ia sedang bertugas, ia bertemu dengan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang lewat di hadapannya.

Kemudian ODGJ itu langsung duduk lesehan di bawah pohon. Tampilannya kumal dan tampak lesu. Karenanya Iptu Mulyani tergugah hatinya untuk memberikan makanan kepada pria ODGJ tersebut.

Awalnya Iptu Mulyani tampak melakukan percakapan hingga akhirnya ia memberikan sebungkus nasi lengkap dengan air minumnya. ODGJ itu langsung menerima dengan wajah sumringah. Kebaikan Iptu Mulyani tak hanya sampai itu saja.

Ia bahkan membantu untuk membukakan nasi bungkusnya. Yang membuat banyak orang salut adalah ketika ia juga membantu menyuapi makanan ke ODGJ. Aksi polisi itu direkam oleh temannya, kemudian viral di media sosial.

  1. Mengadakan Warung Peduli Duafa

Ada yang tak kalah menginspirasi dari kebaikan yang dilakukan oleh polisi Indonesia. Kali ini, datang dari para polisi di Kabupaten Sleman, Jawa Tengah. Untuk membantu orang yang kurang mampu, para polisi di sana kompak mengadakan Warung Peduli Duafa.

Warung tersebut diadakan dengan mendatangkan beberapa tukang penjual makanan, mulai dari penjual bakso, mie ayam, nasi goreng dan masih banyak lagi yang dapat dipesan secara gratis. Kegiatan itu dilakukan tepat di dekat Universitas Gadjah Mada.

Yulianto, Kepala Kepolisian Resor Sleman Ajun Komisaris Besar mengatakan bahwa kegiatan ini akan rutin diadakan setiap hari Jumat dan di tempat yang berbeda-beda. Selain dapat membantu masyarakat yang kurang mampu, dengan kegiatan ini polisi juga ingin mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar.

Di sana, orang yang menikmati makanan sambil berbincang dengan polisi untuk menceritakan uneg-uneg tentang lingkungan sekitar. Bahkan polisi wanita juga ikut membantu melayani menyiapkan makanan.

  1. Memberikan Sembako

Kepolisian Resor Palopo, Sulawesi Selatan juga menuai banyak pujian atas kebaikannya kepada orang yang tidak mampu. Dalam kebaikannya tersebut, mereka memberikan paket sembako yang ditujukan untuk pemulung saat Ramadhan tahun lalu.

Ada sekitar 112 paket sembako yang sudah disiapkan. Masing-masing paket berisi kopi, beras, mie instan, gula, makanan kaleng dan susu. AKBP Ardiansyah, Kapolres Palopo mengatakan bahwa sembako tersebut disiapkan dari hasil uang tabungan para polisi.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan kegiatan sosialisasi ini juga sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Dari hasil tabungannya itu, mereka kemudian belikan bahan-bahan sembako, lalu dikemas dan akan dibagikan.

Proses pembagiannya juga dilakukan di halaman Mako Polres Palopo. Tentunya ini banyak disambut dengan bahagia oleh para pemulung. Salah satu pemulung mengatakan sembako pemberian polisi ini sangat membantu memenuhi kebutuhannya di bulan Ramadhan.

  1. Memberikan Nasi Bungkus untuk Masyarakat

Kisah inspiratif dengan memberikan nasi bungkus untuk masyarakat secara gratis ini dilakukan oleh Polres Kudus. Nasi bungkus itu diberikan setiap Jumat, tepatnya setelah sholat Jumat selesai. Karenanya nasi bungkus ini diberi nama Si Jimat kepanjangan dari Nasi Jangkrik Jumat.

Setelah sholat Jumat selesai, ratusan paket nasi bungkus di sediakan di masjid Bustanul Jannah Mapolres Kudus. Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan bahwa nasi bungkus gratis itu tidak dikhususkan untuk orang tertentu.

Jadi, bagi siapa saja yang menginginkan nasi bungkus itu dipersilahkan untuk mengambil. Pemberian nasi bungkus ini diharapkan dapat membantu banyak orang terutama untuk makan siang.

Apalagi nasi bungkus tersebut dapat diambil tepat jam makan siang. Kebaikan para polisi tersebut kemudian diperbincangkan banyak orang. Pujian dari masyarakat pun membanjiri mereka. (Uli)