Lima Interaksi Manusia Dan Ular yang Berujung Maut

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Sabtu, 19 Oktober 2019
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, New York – Pemberitaan seputar temuan ular memang mengejutkan banyak pihak. Mulai dari penemuan ular di dalam toilet, seekor ‘King Cobra’ yang menggigit seorang penyanyi di atas panggung, ular piton menelan manusia dan masih banyak yang lainnya.

Kejadian seperti ini tentu membuat para pembaca ngeri, dan membuat mereka selalu waspada dalam setiap langkah yang mereka lakukan. Khawatir ada seekor ular berbisa yang diinjak.

Menurut laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di Asia sendiri ada sekitar 4 juta kasus gigitan ular setiap tahunnya. Hampir 50 persen, gigitan hewan berbisa ini dibiarkan begitu saja.

WHO juga mencatat, para petani, penggembala, pemburu dan anak-anak adalah korban yang paling rentan terhadap serangan ular.

Dari sekian banyak kasus gigitan ular, setidaknya ada lima peristiwa serangan ular paling mengerikan yang membunuh manusia. Berikut di antaranya seperti dilansir dari laman Liputan6.com (17/10/2019):

  1. Arslan Valeev

Arslan Valeev adalah seorang pemuda Rusia yang bekerja sebagai penjaga kebun binatang. Pada tahun 2017, ia menuduh istrinya yang bernama Katya telah memukulinya hingga hampir geger otak.

Dalam sebuah aksi nekat, pria ini mengancam Katya dengan membuat rekaman video keputusasaan. Pada siaran langsung di media sosial, Valeev mengangkat seekor ular mamba hitam dan membiarkan hewan berbisa itu menggigit jarinya.

Banyak netizen yang menyaksikan siaran langsung aksi nekat Valeev. Ia lantas memberikan nomor telepon Katya dengan maksud agar netizen menghubungi wanita yang ia sayangi itu.

Belum sempat sang istri menghubunginya, Valeev sudah tampak lemas dan langsung pingsan. Nyawanya sudah tak terselamatkan lagi.

Menurut salah satu teman dekatnya mengatakan, mulanya Valeev tidak berencana untuk bunuh diri. Ia hanya ingin mendapatkan perhatian dari sang istri.

Namun sayang, aksi ceroboh itu malah berujung pada maut dan menyebabkan ia kehilangan nyawa.

  1. Karl P. Schmidt

Karl P. Schmidt bekerja sebagai ahli herpetologi di Museum Sejarah Alam Chicago pada tahun 1957.

Suatu hari seorang karyawan dari Lincoln Park Zoo membawa ular hijau untuk diidentifikasi. Karena ular hijau unik dan lucu, Schmidt memutuskan untuk bermain-main dengan hewan melata itu.

Rupanya, ular yang tampak lucu justru sangatlah berbisa. Tak disangka, ular itu menggigit bagian tangan Schmidt hingga membuat dirinya lemah tak berdaya.

Meski dalam kondisi sekarat, Schmidt masih melakukan penelitan. Hingga akhirnya ia tahu bahwa ular itu adalah jenis Booming yang berbisa.

Ular Booming biasanya ditemukan di kawasan Afrika dan obat anti racunnya hanya tersedia di Afrika. Bukannya segera bergerak ke rumah sakit, Schmidt malah melanjutkan upaya penelitian.

Dalam waktu yang terbilang singkat, ia menulis ciri-ciri penderita apabila digigit ular booming. Ia mengamati gejala pasca-gigitan berdasarkan apa yang ia rasakan hingga mati.

Hasil pengamatannya ini jadi bahan yang amat penting di masa depan.

  1. Daniel Brandon

Seorang pria malang ditemukan tewas di rumahnya setelah diduga dibunuh oleh ular piton sepanjang 2,4 meter. Padahal sang pemilik dikenal sangat dekat dengan hewan peliharaannya tersebut.

Korban diketahui bernama Dan Brandon (31). Ular itu sudah dianggap sebagai anak kandungnya. Brandon meninggal dunia karena sesak napas saat dililit oleh ular piton di rumahnya yang terletak di Church Crookham, Hampshire.

Ibu korban mengatakan, Brandon memelihara sekitar 10 ekor ular dan 12 ekor tarantula. Jenis ular pun beragam, ada ular piton batu Afrika bernama Tiny — karena ukurannya yang terbilang kecil untuk ular piton.

Seorang dokter yang menangani Brandon mengatakan, pria itu tak menderita penyakit mematikan. Hanya saja paru-paru pria itu menunjukkan sempat mengalami sesak napas.

Meski demikian, dokter tak menemukan adanya bekas gigitan pada tubuh korban. Pada hari kejadian, ibu dari korban sempat mendengar ada benda jatuh dari atas kamar anaknya. Tetapi ia tak menghiraukan.

Saat tahu bahwa anaknya sudah tak bernyawa, barulah sang ibu paham jika bunyi keras itu adalah pertanda Brandon diserang ular piton.

Ibu korban juga mengatakan, hatinya hancur ketika mengetahui sang anak sudah tak bernyawa akibat ular piton.

  1. Wade Westbrook

Seorang pria asal Tennessee bernama Wade Westbrook memiliki daya tarik yang aneh dengan ular.

Ibu pria berusia 26 tahun itu juga pernah mengatakan bahwa Westbrook pernah digigit setelah memungut seekor ular jenis tembaga dan bertahan setelah mendapat antivenom atau antiracun..

Merasa sebagai pria anti bisa ular, membuat Westbrook tak pernah takut untuk berhadapan dengan hewan berbisa tersebut.

Suatu hari, seorang teman datang ke rumah Westbrook sambil membawa seekor ular. Kedatangannya ingin meminta bantuan Westbrook agar dapat mengidentifikasi jenis apakah hewan yang ia bawa itu.

Tanpa disadari, ular itu menggigit bagian tangan Westbrook. Alih-alih menelepon 911, ia malah mencoba menghisap racun yang ada dalam tubuhnya.

Namun, Westbrook malah pingsan lalu meninggal dunia.

  1. Timothy Levins

Pada tahun 2014, seorang ayah berusia 52 tahun bernama Timothy Levins membawa keluarganya berkemah di Sam A. Baker State Park di Missouri.

Saat itu, Timothy Levins melihat seekor ular dan ingin menunjukkan ke anak remajanya.

Levins membungkuk untuk mengambil ular itu, meski dia tidak tahu spesies apa itu. Si ular pun menggigitnya.

Ia lalu berjalan kembali ke kabin keluarga sehingga bisa mencuci bekas gigitan ular, duduk di sofa karena merasa sakit. Pada saat itu, dia masih belum sadar bahwa ular itu adalah seekor copperhead berbisa.

Anak-anaknya menyaksikan ayah terbaring lemas di sofa, hingga akhirnya mereka menelepon 911.

Levins meninggal di rumah sakit malam itu.

Timothy Levins hanyalah orang ketiga di sepanjang sejarah Missouri yang meninggal karena gigitan ular Copperhead. (Uli)

INDOLINEAR.TV