Lima Fakta Mengagumkan GKR Mangkubumi, Putri Pertama Sultan Jogja

FOTO: brilio.net/indolinear.com
Sabtu, 21 September 2019

Indolinear.com, Yogyakarta – Yogyakarta adalah sebuah propinsi dengan sistem pemerintahan berupa kerajaan atau kesultanan. Pemimpin sekaligus gubernur propinsi DIY adalah seorang raja yang biasa dipanggil dengan sebutan Sri Sultan Hamengkubuwono.

Sultan yang menjabat saat ini di Yogyakarta adalah Sri Sultan Hamengkubuwono X yang memiliki nama asli Bendara Raden Mas Herjuno Darpito. Dari hasil pernikahannya dengan GKR Hemas, Hamengkubuwono X memiliki lima anak yang semuanya adalah perempuan.

Anak tertua dari Hamengkubuwono X bernama GRA Nurmalita Sari atau GKR Pembayun, yang kini dipanggil dengan julukan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi. GKR Mangkubumi lahir pada tahun 1972. Menjadi putri pertama dari Sultan Jogja ke-10, tentunya GKR Mangkubumi menjadi sorotan banyak orang.

Di balik statusnya yang merupakan putri raja, rupanya GKR Mangkubumi adalah sosok yang berjiwa sosial tinggi dan bisa menjadi inspirasi banyak orang. Berbagai kegiatan sosial telah ia ikuti hingga menjadikannya sosok perempuan yang patut dibanggakan.

Seperti apa saja prestasi mengagumkan GKR Mangkubumi ini? Berikut rangkuman informasinya yang dilansir dari Brilio.net (19/09/2019).

  1. Lulusan S1 Universitas ternama di dunia.

Sejak SMA, GKR Mangkubumi sudah menempuh pendidikan di International School of Singapore. Setelah lulus dari SMA, ia pun melanjutkan pendidikan ke salah satu universitas ternama di Queensland, Australia, yaitu Griffith University Brisbane. Griffith University merupakan universitas yang menempati 50 besar universitas terbaik di dunia berdasarkan QS World University Rankings.

  1. Ketua Karang Taruna DIY selama 10 tahun.

GKR Mangkubumi juga pernah menjabat sebagai Karang Taruna DIY selama 10 tahun, mulai dari tahun 2002-2012. Ia juga sangat aktif terlibat kegiatan kepemudaan, seperti bekerjasama dengan BKKBN untuk mengatasi masalah kesehatan reproduksi remaja. GKR Mangkubumi bahkan pernah mengajukan proposal untuk branding Yogyakarta sebagai propinsi cyber pertama dan mengajukannya pada The Education World Forum 2012 yang diadakan di gedung The Queen Elizabeth II Conference Centre, London, Inggris.

  1. Mendapat gelar ‘Sunsilk Unbreakable Woman’.

Jiwa sosial GKR Mangkubumi benar-benar terlihat dari berbagai kegiatan sosial yang ia lakukan. Ia bahkan dengan penuh semangat pernah memperjuangkan dan berusaha memberdayakan wanita-wanita di desa. Karena usahanya inilah GKR Mangkubumi mendapat gelar ‘Sunsilk Unbreakable Woman’ diberikan di Jakarta pada 2007 silam. Penghargaan tersebut diberikan atas semangat tak terpatahkan dalam menginspirasi perempuan Indonesia.

  1. Aktivis penyelamat satwa.

Kegiatan sosialnya tak berhenti di pemberdayaan perempuan desa. GKR Mangkubumi juga aktif dalam menyelamatkan satwa yang hampir punah, seperti orang utan dan elang Jawa. GKR. Mangkubumi merupakan pembina Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta, ia juga bergabung dalam Pusat Penyelamatan Satwa Jogya (PPSJ) Kulonprogo, Yogyakarta, dan pernah bekerjasama dengan lembaga sosial dan media dari Luxembourg.

  1. Terlibat dengan banyak organisasi besar di Jogja.

Dalam berbagai organisasi yang diikuti, GKR Pembayun ini tidak hanya menjadi anggota saja, melainkan juga aktif menempati posisi berpengaruh seperti ketua dan wakil ketua. Dari belasan organisasi, beberapa di antaranya yang menempatkan GKR Mangkubumi Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) DIY, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia DIY, Asosiasi Masyarakat Persuteraan Alam Liar Indonesia, dan juga DPD KNPI DIY. (Uli)