Lima Cara Mudah Rawat Ketiak Agar Tidak Bau

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Kamis, 1 April 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Cuaca panas sering kali membuat orang mudah bekeringat, sehingga dapat menimbulkan bau badan yang tidak sedap, terutama pada ketiak.

Sebenarnya keringat tidak mengeluarkan bau. Menjadi bau badan ketika bakteri yang dikenal sebagai corynebacterium yang ada di kulit, berinteraksi dengan keringat dan minyak.

Maka dari itu banyak orang yang menggunakan deodoran atau perawatan ketiak yang menyegarkan, agar menghindari munculnya bau badan itu.

Peran perawatan ketiak, pembersihan, pengelupasan sel kulit mati hingga deodoran pada ketiak berguna tidak hanya untuk mengendalikan bau tetapi juga baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Beberapa panduan yang dapat mendetoks dan menutrisi ketiak guna mengontrol bau badan dan kesehatan kulit ketiak, dikutip dari Dream.co.id (30/03/2021).

Bersihkan rutin setiap hari

Ketiak merupakan bagian tubuh yang dianggap zona intertriginous, yang berarti karena ada lipatan kulit cenderung menjadi lembab dan kurang aliran udara dan seringkali menjadi tempat tinggal bakteri atau jamur tertentu.

Perawatan dan pembersihan secara hati-hati adalah yang paling tepat untuk mengurangi kelembapan dan menjaga keseimbangan alami mikrobioma, hati-hati maksudnya cuci ketiak sekali sehari dan secara bergantian antara pembersih tubuh atau pembersih ketiak dengan pH seimbang yang berbeda.

Bagi orang yang memiliki pekerjaan atau hobi yang atletis atau menuntut pergerakan berlebih, bisa membersihkan ketiak lebih dari sekali dalam sehari.

Eksfoliasi secara teratur

Seperti halnya wajah, ketiak juga dapat dipengaruhi oleh sensitivitas dan iritas kulit karena adanya penumpukan sel kulit mati, maka dari itu perlu untuk melakukan masker atau scrubbing secara manual untuk mengangkat sel kulit mati dan kotoran.

Selain itu dapat melakukan eksfoliasi dengan menggunakan toner yang mengandung AHA, BHA, dan PHA guna secara perlahan mencarikan penumpukan kotoran yang ada dan menghambat bakteri penyebab bau tak sedap berkembang serta mengatur ulang keseimbangan alami mikrobioma kulit.

Gunakan toner yang mengandung kurang dari 5 persen asam glikolat untuk menghindari iritasi.

Mencukur dengan lembut

Jika suatu ketika, mengharuskan untuk mencukur ketiak, lakukanlah dengan hati-hati dan lembut.

Pastikan gunakan pencukur yang halus, gel cukup atau setidaknya pembersih pelembab, dan sediakan air hangat untuk mencegah luka bakar akibat pisau cukur atau untuk mencegah pertumbuhan rambut ke dalam.

Ingat untuk memberi pelembab pada area ketiak yang akan dicukur semalam sebelum mencukur agar terbebas dari gesekan yang tidak diinginkan dan selalu mengganti pisau cukur setiap satu hingga dua minggu sekali.

Memberi pelembab sesekali                              

Sama seperti wajah dan tubuh yang membutuhkan kelembapan, ketika juga membutuhkan hidrasi agar terasa baik. Tidak harus setiap hari memberikan pelembab atau body lotion, cukup berikan satu atau dua kali dalam seminggu.

Sesuaikan dengan kebutuhan untuk kekeringan pada area ketiak.

Apabila ketiak terasa sangat kering dan menggunakan pelembap tidak terlalu membantu, coba istirahatkan ketiak dari kegiatan pencukuran dan penggunaan deodoran agar tidak semakin kering.

Hilangkan bau dengan deodoran

Pilih deodoran yang tepat sesuai dengan jenis kulit ketiak, jangan sampai membuat iritasi atau meninggalkan residu berlebihan pada kulit dan pakaian.

Carilah produk deodoran yang bebas dari kandungan pewangi, ftalat, paraben, sulfat, dan pewarna, intinya kandungan kimia paling sedikit.

Jika kamu adalah orang yang tidak terlalu banyak mengeluarkan keringat, hindari pula deodoran yang mengandung aluminium, karena dapat membuat kulit ketiak menjadi lebih kering dan mengurangi kelembapan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: