Lima Cabor Memulai Pertandingan sebelum Pembukaan PON XX Papua 2021

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Senin, 20 September 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Sedikitnya ada lima cabang olahraga yang memulai pertndingan sebelum pembukaan PON XX Papua 2021.

PON XX Papua 2021 akan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021. Baca juga: PON XX Papua 2021, Pentingnya Rapat Terbatas Presiden Pekan Depan Selain Kota Jayapura, ada tiga kabupaten yang menjadi klaster penyelenggara perhelatan empat tahunan itu.

Ketiganya adalah Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

“Kelima cabor itu antara lain sofbol putra, polo air, bisbol, paralayang, dan wushu,” ucap Menpora, dilansir dari Kompas.com (19/09/2021).

Rapat kabinet terbatas dengan Presiden Joko Widodo pada pekan depan menjadi hal penting bagi penyelenggaraan PON XX Papua 2021.

“Pada rapat itu akan diputuskan hadir tidaknya penonton pada laga-laga PON XX,” ujar Zainudin Amali, Sabtu (17/9/2021).

Sebelumnya, Zainudin Amali juga pernah menyebutkan bahwa hingga September 2021 berakhir, para pemangku kepentingan akan menuntaskan target vaksinasi 70 persen dari warga di sekitar lokasi pertandingan pada keempat klaster tersebut.

Cakupan vaksinasi pada empat klaster juga menjadi bahan pertimbangan rapat terbatas untuk menetapkan ada tidaknya penonton langsung.

Sementara itu, perhelatan PON XX Papua 2021 kata Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah PON Papua, Suwarno, menggunakan protokol kesehatan ketat lantaran pandemi Covid-19 belum surut.

“Hal ini berkenaan dengan pandemi Covid-19,” kata Suwarno saat menyaksikan langsung simulasi penyambutan kontingen di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

Suwarno menjelaskan, protokol ketat itu antara lain pencegahan kerumunan. Makanya, para anggota kontingen yang tiba di Papua akan mendapat izin hanya tinggal di tempat akomodasi dan di lokasi pertandingan.

“Mereka tidak boleh pergi ke mana-mana,” kata Suwarno.

Menurut Suwarno, larangan tidak boleh ke mana-mana untuk menghindari munculnya klaster Covid-19 baru di PON XX Papua 2021.

“Sanksi terberat pelanggaran ini adalah mereka yang melanggar bisa dipulangkan,” kata Suwarno. (Uli)