Lima Benda Teraneh Yang Ada Di Luar Angkasa

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Rabu, 11 September 2019

Indolinear.com, Jakarta – Sudah bisa dipastikan bahwa kita tak akan pernah bisa selesai untuk mengeksplorasi antariksa. Karena antariksa ini luas dan tidak terbatas, kita hanya bisa berandai-andai.

Namun ketika sudah ada ilmu pengetahuan, semua bisa diprediksi dengan teknologi dan sains. Para ilmuwan bisa memperkirakan apa yang ada di luar sana berdasarkan hukum fisika dan berbagai bodi antariksa, fenomena kosmik, hingga skenario yang mungkin atau sudah pernah terjadi.

Nah, berikut ini adalah deretan benda-benda ‘aneh’ yang mungkin ada di luar angkasa. Sebelumnya memang belum pernah dibuktikan ada tidaknya, namun berdasarkan prediksi berbasis ilmu pengetahuan yang presisi, suatu saat kita mungkin akan menemukannya. Melansir dari Merdeka.com (10/09/2019), berikut ulasannya.

Planet Berbentuk Donat

Para ilmuwan meyakini bahwa ada planet berbentuk donat di luar sana, meski sampai saat ini mereka belum pernah menemuinya. Planet ini diberi nama planet toroid karena itu adalah nama ilmiah dari donat.

Konsep planet donat ini diyakini ada, karena gaya gravitasi yang tinggi sehingga tertarik ke dalam. Tarikan gravitasi ini tidak berbanding lurus antara yang berada di bagian tengah dan samping. Sehingga hasil akhirnya planet tersebut akan berbentuk donat.

Jika memang benar ada, ini adalah planet yang menarik untuk ditinggali. Pasalnya, planet seperti ini akan berotasi dengan cepat sehingga satu hari hanya beberapa jam saja. Gravitasi juga sangat lemah di katulistiwa sehingga Anda akan lebih ‘enteng’ di sana. Namun, iklim akan kacau karena angin bakal kencang dan dipenuhi sambaran petir.

Bulan yang Punya Bulan

Ilmuwan percaya bahwa beberapa bulan memiliki bulan sendiri. Jika selama ini hanya planet yang memiliki bulan yang berevolusi mengelilinginya, disebut bulan juga memiliki bulan yang lebih kecil yang mengelilinginya. Ilmuwan memberi nama bulan seperti ini sebagai submoon.

Meski demikian, ilmuwan tidak merasa bahwa akan ada submoon di galaksi Bima Sakti, karena ketidakcocokan kondisi fisika. Namun di galaksi lain, mungkin hal ini sudah jadi hal yang biasa. Ini dikarenakan butuh kondisi antariksa yang jauh lebih besar dari galaksi kita, dengan planet-planet yang lebih besar untuk hal semacam ini ada.

Jika hal semacam ini diterapkan di Bumi, hasilnya akan nihil. Pasalnya semua satelit yang diluncurkan dari Bumi dengan tujuan mengorbit ke Bulan, semuanya hancur dalam beberapa tahun karena menabrak bulan.

Komet Tanpa Ekor

Sebuah ekor hitam yang panjang adalah karakteristik sebuah komet. Namun ilmuwan percaya bahwa ada komet yang tak miliki ekor. Bahkan, komet semacam ini telah ditemukan. Permasalahannya, ilmuwan masih belum bisa memastikan apakah benda ini adalah komet, asteroid, atau bahkan hibrida keduanya.

Komet ini diberi nama Manx atau Henceforth. Komet ini berbatu dan diselimuti es. Komet sendiri selalu terdiri dari es, dan ekor komet ini disebabkan adanya es tersebut.

Nah, Manx tidak 100 persen terdiri dari es, karena memiliki struktur batu. Ekor yang absen dari komet ini, karena es yang dimilikinya tak cukup untuk menghasilkan ekor.

Akhirnya, ilmuwan menjadikan Manx sebagai komet pertama tanpa ekor, atau asteroid pertama yang punya struktur es.

Planet yang Hujan Kaca

Di sebuah planet bernama HD 189733b, yang terletak di 63 juta tahun cahaya dari Bumi, terdapat fenomena berupa hujan kaca. Tak cuma hujan kaca, kaca ini leleh dan panas.

Padahal jika dilihat ilustrasinya, planet ini berwarna biru layaknya Bumi, sehingga kita berpikir planet ini diselimuti lautan. Namun, warna biru ini ternyata adalah awan silikat.

Karena kaca dibuat dari silika atau silikon dioksida, diasumsikan bahwa planet yang mengandung awan dengan material tersebut akan mengalami hujan kaca. Kondisi ini diperparah dengan angin kencang dengan kecepatan 8.700 kilometer per jam, yang tujuh kali lebih cepat dari kecepatan suara.

Lubang Putih Kebalikan Black Hole

Kita pernah mendengar soal black hole. Namun ternyata ada juga white hole. Apakah itu kebalikannya? Jawabannya, iya.

Ketika lubang hitam adalah lubang masif yang menyedot apapun yang ada di dekatnya, termasuk cahaya dan tak akan bisa kembali, lubang putih justru merilis objek dan tak memperbolehkan apapun masuk ke dalamnya.

Meski demikian, lubang putih dapat menarik objek terdekat untuk sekadar mendekati tanpa bisa masuk. Apapun yang mendekat akan terhancurkan oleh energi masif yang ada di sekitar lubang putih ini. Hal ini membuat lubang putih dianggap sebagai ujung dari lubang hitam, dan banyak ilmuwan yang percaya hal ini.

Lubang putih ini diyakini ada oleh para ilmuwan. Pasalnya, menurut teori relativitas general, lubang putih pasti ada jika lubang hitam memang ada. (Uli)