Lika-Liku Ermey Trisniarty, Idap Kanker Hingga Sukes Menjadi Pengusaha Cokelat

FOTO: detik.com/indolinear.com
Rabu, 22 Juni 2022

Indolinear.com, Jakarta – Tidak ada hidup mulus yang selalu manis. Pengusaha sukses sekalipun harus melalui jalanan terjal penuh kerikil sebelum mencapai puncak kejayaannya.

Hidup sering kali terasa tak adil. Upaya dan usaha yang telah dikeluarkan untuk mendapatkan yang diinginkan terkadang tidak memenuhi ekspektasi. Sejatinya memang tidak ada satu orangpun yang akan melalui hidup mulus-mulus saja. Pengusaha sukses sekalipun tidak mendapatkan kejayaan dengan begitu mudahnya. Ada perjuangan dan lika-liku yang tidak terlihat hingga membawanya kepada sosok yang dikenal banyak orang saat ini.

Menikmati perjalanan dan menghargai setiap proses yang terjadi menjadi kunci utama untuk meraih kesuksesan. Kisah kegigihan dan ketangguhan ini dicontohkan oleh Ermey Trisniarty atau akrab disapa Eyie, pemilik Dapur Cokelat.

Pada konferensi pers Dapur Cokelat (7/10), Eyie bercerita banyak tentang perjalanan hidupnya mulai dari kisah pertama bertemu sang suami, mengidap kanker, hingga terpaksa merumahkan karyawannya. Perjalanan Eyie dimulai saat dirinya masih berstatus sebagai mahasiswa di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Membeli sebuah apple pie di kawasan Jalan Pangrango, Kota Bogor, siapa yang menyangka akan menjadi pembuka jalan untuk pertemuan Eyie dengan kekasih hatinya sekaligus penyemangat hidupnya. Bermimpi menjadi seorang pemilik toko kue, semangat pertama Eyie datang dari sebuah pujian untuk sebuah tiramisu berukuran kecil.

Hal tersebut ternyata mengantarkan Eyie dan Okky Dewanto, suami Eyie, bersikeras untuk menciptakan untuk membangun bisnis berdua. Mengumpulkan modal dari uang tabungan yang dimiliki keduanya menjadi pijakan pertama kesuksesan bisnis mereka.

“Dulu itu toko masih seadanya. Peralatan dapur dan display semuanya satu tempat. Sering juga ada pelanggan yang mengira kalau toko kami toko kitchen set,” kata Eyie menceritakan perjalanannya mendirikan Dapur Cokelat, dilansir dari Detik.com (20/06/2022).

Peralatan yang digunakan pada saat awal pembukaan toko pun masih sangat sederhana. Masih jelas betul dalam ingatanEyie saat dirinya menggunakan satu cetakan kue sebagai cetakan cokelat praline yang dijajakan ditokonya. Perlahan tapi pasti, Eyie mulai merasakan perkembangan bisnisnya yang kian pesat.

Namun suatu hari, berita yang cukup menghancurkan hati harus diterima Eyie. Dirinya divonis mengidap kanker payudara dengan solusi pengangkatan sumber kanker termasuk salah satu payudaranya. Dukungan suami menjadi salah satu sumber kekuatannya untuk tetap berpikir positif dan berjuang untuk sembuh.

Melakukan pengobatan ke Singapura dan berkali-kali menjalani kemoterapi harus dilewati oleh Eyie dengan kesungguhannya untuk subuh. Tidak putus asa, Eyie tetap berusaha gembira dan tampil sebagai sosok yang riang bahkan pada peringatan 10 tahunan bisnis kulinernya tersebut.

Hingga akhirnya Eyie berhasil sembuh dan dinyatakan bebas dari kanker oleh dokter yang membawa semangat hidup Eyie kembali meningkat. Komitmen dan konsisten Eyie untuk membangun dan mengembangkan bisnisnya ternyata berbuah baik.

“Jadi sore itu saya dapat telepon dari Setneg, katanya mau pesan cokelat untuk lebaran di Istana Negara. Saya buatkan cokelat berbentuk bedug. Secara khusus saya menangani cokelat yang dipajang di ruang Presiden. Sampai orang Istana itu nggak percaya kalau bedugnya terbuat dari cokelat,” kata Eyie.

Eyie mengaku sempat gemetar dan merasa begitu tertantang saat menerima pesanan istimewa langsung dari Istana negara. Awalnya ia tidak begitu yakin dengan dirinya. Namun dengan usaha yang keras ia percaya bahwa kepercayaan tidak akan datang dua kali dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Kesuksesannya tersebut ternyata tak selamanya berjalan dengan mulus. Eyie juga bercerita bagaimana bisnis Dapur Cokelat miliknya ternyata juga harus ‘kalah’ oleh situasi pandemi Covid-19. Merumahkan sebagian karyawannya dengan penuh kesedihan terpaksa dilakukan untuk menyelamatkan bisnis yang ia rintis.

“Kita juga kena dampak pandemi. Waktu itu sebagian karyawan kita rumahkan. Rasanya sedih sekali bahkan saya sampai menangis saat merumahkan mereka,” kata Eyie.

Hingga akhirnya Eyie memutar otak untuk kembali bangkit dan tidak kalah oleh keadaan. Menerima pesanan secara online hingga menyajikan baking kit untuk membawa sensasi membuat cokelat di rumah bagi pelanggan setianya.

Tidak disangka, caranya cukup manjur dan membuat bisnisnya perlahan kembali stabil. Satu pekerja yang sempat dirumahkan kembali dipanggil untuk bekerja dan berusaha bersama di dapur produksi Dapur Cokelat milik Eyie.

Sosok Nur Asia Uno, istri dari Sandiaga Uno, juga memberi tanggapan terkait kerja keras Eyie selama ini. Terbilang kenal dekat, keduanya ternyata cukup memahami satu sama lain.

“Mba Eyie itu hebat loh, sedekahnya juga baik. Jadi jangan pernah takut memulai untuk berbisnis, rezeki tidak akan tertukar. Mulai dari yang kecil asal punya komitmen pasti berhasil seperti Mba Eyie,” kata Nur Asia Uno atau akrab disapa Mpo Nur.

Kisah Eyie dan lika liku perjalanannya ini secara lengkap ditulis dalam buku berjudul “Dapur Cokelat Bercerita”. Bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya Dapur Cokelat, Eyie dibantu dengan Asteria Elanda membagikan kisah-kisahnya yang begitu inspiratif. Jika penasaran dengan kisah lengkapnya, kamu bisa mendapatkan buku “Dapur Cokelat Bercerita” ini di berbagai platform belanja online dan toko buku terdekat. (Uli)

loading...