Lihat Potensi Ekonomi Di Pasar China, AS Resmi Akui Kedaulatan RRC

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 16 Januari 2021
loading...

Indolinear.com, Washington D.C. – Dalam salah satu pengumuman paling dramatis tentang Perang Dingin, Presiden Jimmy Carter menyatakan mulai 1 Januari 1979, Amerika Serikat secara resmi mengakui Republik Rakyat China (RRC) yang berhaluan komunis dan memutuskan hubungan dengan Taiwan.

Menyusul kesuksesan revolusi Mao Zedong di Tiongkok pada 1949, Amerika Serikat sebelumnya dengan tegas menolak untuk mengakui rezim komunis tersebut. Sebaliknya, Amerika terus mengakui dan memasok pemerintah China Nasionalis yang telah dibentuk Chiang Kai-shek di pulau Taiwan.

Dikutip dari Liputan6.com (14/01/2021), pada 1950, selama Perang Korea, angkatan bersenjata AS dan RRC mengalami bentrokan. Selama 1960-an, AS dibuat marah oleh dukungan dan bantuan RRC ke Vietnam Utara selama Perang Vietnam.

Namun, pada 1970-an, serangkaian keadaan baru muncul. Dari sudut pandang AS, hubungan yang lebih dekat dengan RRC akan membawa manfaat ekonomi dan politik.

Niat AS untuk Mengeksploitasi Pasar China                         

Secara ekonomi, pengusaha Amerika sangat ingin mencoba dan mengeksploitasi pasar China yang besar. Secara politis, pembuat kebijakan AS percaya bahwa mereka dapat memainkan “kartu China” menggunakan hubungan diplomatik yang lebih dekat dengan RRC untuk menekan Soviet agar menjadi lebih lunak dalam berbagai masalah, termasuk perjanjian senjata.

RRC juga menginginkan hubungan yang lebih baik dengan musuh lamanya. Ia mengupayakan peningkatan besar dalam perdagangan dengan Amerika Serikat yang akan dihasilkan dari hubungan yang dinormalisasi dan khususnya menantikan teknologi yang mungkin diperolehnya dari Amerika.

RRC juga sedang mencari sekutu karena adanya pertikaian militer dengan mantan sekutunya, Vietnam. Selain itu, Vietnam masih bersekutu dengan Uni Soviet.

Pengumuman Carter bahwa hubungan diplomatik akan diputuskan dengan Taiwan) membuat marah banyak orang di Kongres. UU Hubungan Taiwan segera disahkan sebagai pembalasan.

Ini memberi Taiwan status yang hampir sama dengan negara lain yang diakui oleh Amerika Serikat dan juga mengamanatkan bahwa penjualan senjata dilanjutkan ke pemerintah Nasionalis. Sebagai ganti kedutaan AS di Taiwan, perwakilan “tidak resmi”, yang disebut Institut Amerika di Taiwan, akan terus melayani kepentingan AS di negara tersebut. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: