Liga Inggris Akan Dilanjutkan jika Situasi Benar-benar Aman

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Jumat, 3 April 2020

Indolinear.com, Inggris – Perwakilan Premier League, English Football League (EFL), dan perwakilan pemain serta manajer telah menyetujui bahwa kompetisi Liga Inggris musim ini baru akan dilanjutkan jika situasi benar-benar aman.

Melansir dari Kompas.com (02/04/2020), perwakilan senior dari Asosiasi Pesepak Bola Profesional Inggris ( PFA), Premier League, EFL, dan Asosiasi Manajer (LMA) telah melakukan pertemuan pada Rabu (1/4/2020) waktu setempat untuk membahas kelanjutan liga di tengah pandemi Covid-19.

Bulan lalu, telah disepakati bahwa seluruh kompetisi sepak bola di Inggris ditunda hingga setidaknya 30 April. Kelanjutan kompetisi musim 2019-2020 menjadi salah satu isu yang dibahas pada pertemuan Rabu lalu.

Namun, belum ada keputusan yang dibuat dan pembicaraan lanjutan bakal kembali dilakukan pada pekan ini.

“Perwakilan senior dari PFA, Premier League, EFL, dan LMA telah melakukan pertemuan konstruktif terkait tantangan menghadapi pertandingan di tengah pandemi Covid-19,” demikian bunyi pernyataan bersama Premier Laague, EFL, LMA, dan PFA.

“Pertemuan tersebut menegaskan kembali bahwa kesehatan dan kesejahteraan negara adalah prioritas, termasuk para pemain, pelatih, manajer, staf klub, dan pendukung.”

“Semua orang sepakat bahwa sepak bola hanya akan dilanjutkan kembali ketika situasi aman dan memungkinkan untuk melakukan itu.”

Premier League, EFL, LMA, dan PFA juga menyampaikan bahwa diskusi lanjutan akan kembali digelar pada 48 jam ke depan untuk membahas isu-isu lainnya, termasuk soal gaji pemain dan kapan dimulainya kembali musim 2019-2020.

“Tidak ada keputusan yang diambil dari disukusi ini dan akan dilanjutkan pada 48 jam ke depan dengan fokus pada masalah-masalah penting, termasuk gaji pemain dan dimulainya kembali musim 2019-2020,” bunyi keterangan resmi tersebut.

Ditundanya kompetisi akibat pandemi Covid-19 membuat klub-klub Liga Inggris mulai menerapkan kebijakan pemotongan gaji terhadap staf non-pemain. Tottenham Hotspur menjadi klub top Premier League pertama yang melakukan pemotongan gaji.

Chairman Tottenham, Daniel Levy, mengumumkan bahwa pihak klub akan memotong 20 persen gaji 550 staf non-pemain pada dua bulan ke depan. Sedangkan Norwich City dilaporkan telah membuat keputusan merumahkan staf non-pemain guna meringankan beban finansial klub.

Hal yang sama sebelumnya juga telah dilakukan Newcastle United. Sementara itu pada Rabu (1/4/2020), manajer Bournemouth, Eddie Howe, menyatakan bahwa ia dengan sukarela akan menerima pemotongan gaji. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya