Lifter Gagal Angkat Beban: Terdengar Suara Krak, Otot Putus

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Selasa, 10 November 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Kejadian mengerikan menimpa seorang lifter (atlet angkat beban) di ajang World Raw Powerlifting Federation (WRPF) Eropa. Lifter bernama Alexander Sedykh di hari nahas itu sedang berjuang mempertahankan titel sebagai juara bertahan.

Hari nahas bagi lifter itu bermula saat dia hendak mengangkat barbel dengan berat 400 Kilogram, dilansir dari Dream.co.id (09/11/2020).

Dalam video yang beredar di Youtube terlihat Sedykh terlihat yakin saat memegang barbel dengan berat hampir setengah ton itu.

Setelah pegangan dirasa mantap, sambil berteriak untuk menyemangati diri Sedykh mulai melangkah ke depan untuk mencari posisi yang pas memanggul barbel. Ketika dianggap sudah pas, Syedkh mulai menagngkat barbel itu di atas pundak.

Jeritan Mengerikan

Beratnya barbel membuat Sedykh sempat sempoyongan selema 10 detik sebelum akhirnya menemukan titik tumpu yang seimbang.

Wasit yang melihat Seydkh sudah siap akhirnya memberikan aba-aba untuk mulai melakukan angkatan beban tersebut. Di saat inilah momen mengerikan itu terjadi.

Saat mulai menurunkan badan sambil memanggul barbel seberat 400 Kg itu, Syedkh yang sudah berada dalam posisi separuh jongkok tiba-tiba berteriak kesakitan. Sempat terdengar juga suara tulang yang patah.

Operasi 6 Jam, Otot Putus dan Lutut Patah

Barbel itu akhirnya tak kuasa lagi di angkat ketika Syedkh melepaskannya dengan posisi lutut tertekuk di lantai. Kejadian mengerikan itu diikuti dengan teriakan kesakitan.

Wasit langsung bergegas mendekati Seydkh. Petugas medis bergegas membawanya ke rumah sakit untuk menjalani operasi yang ternyata berlangsung selama enam jam di kakinya.

Dari hasil operasi diketahui Syedkh menderita patah tulang di kedua lutut dan otot paha depan harus disambungkan kembali.

Harus Belajar Berjalan Lagi

Setelah sembuh dari operasi, Sedykh mengatakan dia harus belajar berjalan lagi.

“ Yang utama adalah saya harus berbaring tak bergerak di tempat tidur selama dua bulan. Kemudian saya akan diajari cara berjalan lagi. Butuh waktu untuk memulihkan diri, ”katanya.

” Saya telah menjahit ulang paha depan dan lutut saya disatukan kembali.” (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: