Lewat Makanan, Orang-orang Ini Menunjukkan Toleransi Beragama Yang Indah

FOTO: detik.com/indolinear.com
Sabtu, 20 Maret 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Makanan bisa menjadi alat untuk mempererat kerukunan beragama. Banyak orang punya kisah menarik seputar makanan, yang menggambarkan toleransi beragama.

Toleransi beragama merupakan wujud atau sikap saling menghormati dan menghargai, antar pemeluk agama. Setiap orang mungkin memiliki pandangan agama yang berbeda, tapi itu semua tidak membuat mereka berhenti melakukan kebaikan untuk sesama.

Lewat makanan, kisah-kisah toleransi beragama yang bikin haru dan menyentuh hati sering terjadi. Banyak orang yang membagikan makanan, hingga menyediakan tempat makan untuk penganut agama lain, di luar kepercayaan yang mereka anut.

Mulai dari masjid di India, yang menyediakan 4000 makanan gratis untuk pasangan beragama Hindu yang menikah di sana. Lalu ada aksi wanita nonmuslim yang selalu kirimkan makanan gratis ke mesjid, dan keberagaman lainnya.

Kisah toleransi beragama ini dibagikan oleh netizen bernama Nasx, seorang Muslim yang berasal dari Malaysia. Saat itu Nasx menceritakan aksi kebaikan dari para nonmuslim, saat mereka sama-sama menjadi penumpang di kapal ferry yang mengangkutnya dari Pulang Langkawi, ke Kuala Kedah.

Di dalam perjalanan kapal ferry yang mereka tumpangi rusak, jadi harus kembali ke Pulau Langkawi. Saat itu banyak penumpang yang tidak membawa makanan, dan hanya bawa air minum saja, karena saat itu tengah bulan Ramadhan.

Namun, jelang waktu berbuka puasa ada seorang penumpang wanita nonmuslim, yang menawarkan semua cokelat yang dia miliki untuk penumpang Muslim yang mau berbuka puasa. Tak hanya itu, penumpang pria nonmuslim keturunan Tionghoa, juga menawarkan makanan dari KFC untuk dibagi-bagi ke penumpang lainnya. Aksi kebaikan ini tentunya mendapatkan banyak pujian dari netizen.

Wanita bernama Vijayalechumy Shamugam atau lebih dikenal dengan nama Aci, yang berasal dari Malaysia, punya hati yang mulia. Aci selalu rutin mengirim makanan-makanan gratis, untuk jamaah masjid yang ada dai Ulu Klang.

Aci yang memiliki adik seorang mualaf, meminta para jemaah masjid untuk membacakan tahlil untuk almarhum adiknya. Aci juga rutin mengirimkan makanan ini setiap bulannya, padahal Aci bukan seorang Muslim, tapi dia dengan tulus selalu menyumbangkan makanan ke jamaah masjid.

“Aku melakukannya karena aku sangat mencintai saudaraku. Kami sangat dekat. Saya semakin merindukannya setiap bulan Ramadhan dan Lebaran, ” jelas wanita berusia 56 tahun itu. Aci pun banjir pujian dan acungan jempol dari banyak orang, dilansir dari Detik.com (18/03/2021).

Toleransi beragama selanjutnya berasal di Kerala, India. Salah satu masjid yang ada di sana, baru-baru ini menggelar acara pesta pernikahan untuk pasangan beragama Hindu, yang kekurangan uang.

Para jamaah masjid setuju untuk membantu wanita bernama Bindu, yang ingin menikah dengan pasangannya. Akhirnya semua jamaah masjid, menyumbangkan uang mereka, untuk membelikan makanan, hiasan, hingga mengundang para tamu.

Prosesi pernikahan tetap berjalan dalam ritual agama Hindu. Pihak masjid menyediakan lebih dari 4000 makanan gratis untuk tamu undangan, hingga hadiah perhiasan emas senilai Rs 2 lakh (Rp 38,430,974) untuk kedua mempelai. Kisah ini berhasil mendapatkan banyak pujian dari netizen hingga Pinarayi Vijayan selaku Ketua Menteri Kerala.

Inggris punya banyak komunitas Muslim yang memiliki toleransi beragama yang tinggi. Saat natal tiba, Masjid Abdullah Quilliam di Liverpool, di Inggris, membagikan makanan-makanan gratis untuk para tunawisma, lansia, dan orang-orang yang kekurangan makanan di sana.

Mirip seperti hari raya lebaran, perayaan Natal juga biasanya dipenuhi dengan berbagai makanan enak. Sehingga para jamaah di masjid Abdullah, membuka pintu mereka untuk orang-orang yang membutuhkan makanan, dan makanan itu bisa diambil dari siang hari.

Pembagian makanan gratis saat natal seperti ini, rupanya sudah menjadi tradisi turun temurun di Masjid Abdullah. Tradisi ini sudah dijalankan selama 130 tahun lebih, di mana masjid Abdullah, merupakan masjid pertama yang ada di Inggris.

Toleransi beragama paling sering terlihat di bulan Ramadhan, di mana setiap Muslim melakukan ibadah puasa. Salah satu netizen bernama Mohd Fuzaime, yang berasal dari Malaysia, membagikan kisah toleransi beragama yang dialaminya sendiri.

Saat itu ia tengah berada di salah satu restoran, menanti waktu berbuka puasa. Di sana ia melihat seorang pengunjung nonmuslim keturunan Tionghoa, membeli makanan di sana. Meski makanan mereka sudah datang, tapi pengunjung tersebut tetap tidak makan.

Pengunjung itu bertanya kapan waktu buka puasa, dan ketika Fuzaime mengatakan bahwa pengunjung itu bisa memakan makanannya, pengunjung itu mengatakan bahwa dia ingin menunggu waktu berbuka hingga bisa makan bersama-sama. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: