Letusan Gunung Nevando del Ruiz Menewaskan 23 Ribu Jiwa

liputan6com/indolinear.com
Minggu, 14 Oktober 2018

Indolinear.com, Bogota – Tanggal 14 November pada tahun 1985, sebuah gunung berapi meletus di Kolombia. Bencana dahsyat ini menewaskan lebih dari 20 ribu orang. Hal itu dikarenakan letak gunung berapi tersebut yang sangat dekat dengan pemukiman warga.

Perhitungan final menyebut, ada sebanyak 23 ribu orang yang meninggal dunia menyusul terjadinya erupsi.

Dilansir dari laman Liputan6.com (12/10/2018), gunung tersebut bernama Nevando del Ruiz yang terletak di Kolombia bagian utara.

Letusan Gunung Nevando del Ruiz pernah terjadi beberapa abad lalu. Pada tahun 1595, sebanyak 636 orang terbunuh setelah semburan lumpur di lereng gunung. Letusan lain pada tahun 1845 menyebabkan 1.000 kematian.

Karena merasa tak ada ancaman, banyak warga yang bermukim dan membangun tempat tinggal di kaki gunung. Ternyata, letusan dahsyat itu kembali terjadi pada tahun 1985 dan mengubur kota Armero yang dibangun di atas endapan lumpur vulkanik yang mengeras.

Setahun sebelum kejadian, aktivitas gunung berapi sudah dicatat oleh para ahli dari seluruh dunia. Ahli geologi pun sempat datang ke Kolombia untuk mengamati aktivitas Gunung Nevando del Ruiz.

Kala itu, para ilmuan percaya bahwa akan ada letusan dahsyat yang akan terjadi. Warga yang bermukim pun sudah diperingatkan. Mereka diminta untuk mengevakuasi diri secepat mungkin.

Namun sayang, ajakan dan imbauan peneliti diabaikan oleh warga yang bermukim di kaki gunung.

Pada tanggal 13 November 1985 sore, letusan sempat terjadi. Kepulan asap pun terlihat di udara. Tetapi pertanda alam ini masih dihiraukan oleh warga.

Hingga akhirnya pada tanggal 14 November 1985, sebuah letusan dengan kekuatan berkali-kali lipat terjadi. Lava mulai mengalir keluar dari kawah, mencairkan es glasial yang mengelilingi Gunung Nevando del Ruiz.

Tak hanya itu, letusan pada Gunung Nevando del Ruiz juga menyebabkan tanah longsor.

Letusan hari itu adalah yang paling mematikan nomor dua di sepanjang Abad ke-20 setelah erupsi Gunung Pelee di Pulau Martinique di Karibia pada 1902, yang menewaskan 29.000 orang. (Uli)

%d blogger menyukai ini: