Lenong Betawi Digelar Oleh Dewan Kesenian Depok

republikacoid/indolinear.com
Minggu, 19 November 2017
loading...

Indolinear.com, Depok – Dewan Kesenian Depok (DKD) melakukan kerja sama dengan Sanggar Betawi Ngumpul untuk menampilkan lenong Betawi dengan lakon Mat Depok: Pernikahan di Ujung Bedil, di Panggung Betawi Ngumpul Jalan Raya Tanah Baru, Beji.

Lenong Betawi bertajuk Mat Depok: Pernikahan di Ujung Bedil ini disutradarai Iin Marlina, dengan ide cerita sekaligus penulis skenario, Nuroji.

Ketua DKD, Nuroji mengatakan pertunjukan Lenong ini sebenarnya salah satu dari banyaknya kegiatan Dewan Kesenian Depok, terutama Komite Tradisi. “Dengan bekerja sama dengan Sanggar Betawi Ngumpul, Insyaallah, terwujud pagelaran lenong ini, yang merupakan seni tradisional Betawi,” ujar Nuroji.

Selain itu, lanjut Nuroji, pihaknya ingin meluruskan ataupun memperkenalkan pada masyarakat umum apa kesenian lenong itu. Sebab sekarang ini banyak yang paham kalau lenong itu hanya yang lucu-lucu saja.

“Kalau lawak lucu pun bisa dibilang lenong. Padahal lenong sendiri punya pakem seperti juga ludruk, ketoprak atau wayang kulit. Nah, lenong yang nanti ditampilkan ini mengikuti pakem lenong yang sebenarnya, ada cerita dan lucu juga,” jelas Nuroji yang juga anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Dia menjelaskan cerita di lenong ini juga ada ciri-ciri khas lenongnya. Bahkan lakonnya pun khas bahasa lenong. Jadi tidak asal lenong saja. Hal ini dilakukan untuk mendorong upaya pelestarian kesenian tradisional yang memang asli yang belum dikembangkan. Tentu saja boleh-boleh saja lenong yang lawakan saja tidak ada ceritanya. Itu bagian pengembangan kesenian bukan pelestarian. “Kalau soal cerita, diangkat dari cerita sejarah masa lampau dari Depok, yaitu tokoh pejuang dari Tanah Baru bernama Daeran alias Mat Depok,” tuturnya.

Nuroji berharap masyarakat Depok dapat menyaksikan dan terhibur dengan pertunjukkan ini. Selain itu, ada ilmu sejarah tentang Depok yang bisa di lihat dalam sebuah lenong. “Semoga masyarakat terhibur dan menjadi pengetahuan warga akan sejarah Depok,” pungkasnya. (Gie)

 

loading...