Legislator Sebut Hari Parlemen Indonesia Momentum Refleksi Pelaksanaan Fungsi DPR

FOTO: dpr.go.id/indolinear.com
Selasa, 19 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Wakil Ketua BURT DPR RI Novita Wijayanti menyatakan peringatan Hari Parlemen Indonesia setiap 16 Oktober harus menjadi pengingat bagi legislator untuk terus memperjuangkan amanat rakyat atau konstituen yang telah diberikan. Menurut Novita, memperjuangkan amanat rakyat tidak hanya pada level atau tingkatan nasional saja, melainkan pada tingkat daerah seperti kabupaten/kota maupun provinsi.

“Selamat Hari Parlemen Indonesia 2021, momentum tahunan ini harus menjadi perbaikan bagi seluruh legislator dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, termasuk dalam memperjuangkan kepentingan rakyat atau konstituen,” ujar Novita menanggapi Hari Parlemen Indonesia dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, dilansir dari Dpr.go.id (18/10/2021).

Politisi Partai Gerindra tersebut mengungkapkan, peringatan Hari Parlemen Indonesia yang mengangkat tema ‘Membangun Indonesia Unggul Melalui Keterbukaan Parlemen’ merupakan suatu momentum untuk merefleksi dari semua pelaksanaan fungsi kedewanan selama ini. Tujuannya, sambung Novita, untuk membangun Indonesia lebih maju dan masyarakat lebih sejahtera.

“Legislator dituntut untuk lebih responsif atas kondisi rakyatnya di tengah perubahan ‘iklim’ yang terjadi di tengah masyarakat, diantaranya terkait dengan perkembangan dan kemajuan teknologi dan informasi yang kian pesat saat ini,” tandas legislator dapil Jawa Tengah VIII yang meliputi Kabupaten Banyumas dan Cilacap itu.

Oleh karena itu, Anggota Komisi V DPR RI tersebut berharap di tengah laju teknologi yang semakin cepat justru akan mempermudah masyarakat untuk mengakses para wakilnya yang berada di semua tingkatan kedewanan. Di mana  masyarakat atau konstituen bisa secara langsung menyampaikan aspirasi-aspirasinya kepada legislatif untuk segera dapat dibantu.

“Saat ini, sangat dirasakan sekali, dengan kemajuan teknologi yang ada, dimana masyarakat atau konstituen bisa secara langsung menyampaikan aspirasi-aspirasinya kepada legislatif untuk kemudian permasalahan itu dapat ditindaklanjuti dan disampaikan kepada Pemerintah sebagai pelaksana anggaran negara,” pungkasnya. (Uli)

loading...