Legislator Menilai Pengelolaan Waduk Muara Nusa Dua Sudah Tepat

FOTO: dpr.go.id/indolinear.com
Kamis, 17 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Bali – Anggota Komisi V DPR RI Ishak Mekki menilai pengelolaan Waduk Muara Nusa Dua sudah tepat. Selain berperan penting dalam memasok air baku pada kawasan pariwisata utama di Bali, seperti kawasan Kuta, Benoa, Nusa Dua dan sekitar Bandara Internasional Ngurah Rai, waduk ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir, pengendali sedimen (lumpur dan sampah), serta pelestarian lingkungan. Ishak juga menilai proses pembersihan sampah yang diproses dengan menggunakan mesin, telah mempercepat pembersihan waduk itu sendiri.

“Diharapkan ke depannya bagaimana supaya penjaringan sampah di sini bisa dimaksimalkan sebaik mungkin, karena masih ada celah-celah sampah keluar,” nilai Ishak usai mengikuti peninjauan bersama Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI didampingi mitra kerja ke Waduk Muara Nusa Dua, di Kabupaten Badung, Bali, dilansir dari Dpr.go.id (16/12/2020). Kunker dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI Iwan Darmawan Aras.

Lebih lanjut Ishak menjelaskan agar pembersihan sampah bisa dilakukan secara maksimal, sehingga tidak mengotori waduk. Ia mengusulkan untuk menggunakan mesin yang modern dan canggih, dimana nantinya tidak ada lagi sampah yang keluar dari mesin pembersih. “Sehingga saat normalisasi air jangan sampai sampah itu turun dan mengakibatkan menurunya debit air yang ada di sini,” pungkas legislator Partai Demokrat itu.

Tidak hanya itu, Waduk Muara Nusa Dua berfungsi sebagai pengendali air baku yang menyediakan air baku PDAM Badung sebesar 500 liter per detik. Dimana sebelum adanya rehabilitasi hanya dapat mengalirkan air sebanyak 300 liter per detik, yang berarti setelah adanya rehabilitasi meningkatkan 200 liter air per detik.

Diketahui Waduk Muara Nusa Dua saat ini sedang melakukan rehabilitasi penataan kawasan, dimana sebelumnya waduk ini mengalami sedimentasi air cukup tinggi, tampungan efektif berkurang, pemenuhan kebutuhan air 500 liter per detik tidak tercapai, banyaknya sampah yang masuk dan terakhir kegiatan operasi dan penelitian tidak maksimal. (Uli)