Layaknya Narkoba, Adiksi Smartphone Juga Bisa Menyebabkan ‘Sakaw’

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 9 Desember 2019

Indolinear.com, Jakarta – Adiksi smartphone adalah sesuatu yang nyata. Bayangkan berpuasa smartphone dalam beberapa jam saja, tentu sebagian besar dari kita tak akan sanggup melakukannya.

Hal ini bahkan dibuktikan bahayanya oleh sebuah penelitian terbaru. Melansir dari Merdeka.com (08/12/2019), hasil penelitian dari ilmuwan di King’s College London yang memeriksa 41 studi dengan 42.000 partisipan terkait adiksi smartphone, hal ini merupakan sesuatu yang setara penyalahgunaan narkoba.

Dalam kesimpulannya, 25 persen anak muda menderita adiksi smartphone, lengkap dengan fenomena ‘sakaw’ jika smartphone mereka diambil.

Fenomena sakaw ini sebelumnya kita ketahui dari adiksi narkoba jika para pengguna terputus obatnya. Serupa dengan ini, anak muda dengan adiksi smartphone akan mengalami kepanikan, depresi, hingga tak bisa tidur jika smartphone mereka diambil.

Bahaya Smartphone

“Smartphone akan ada selamanya, sehingga kita butuh untuk memahami betapa bermasalahnya penggunaan smartphone,” ungkap Nicola Kalk, yang merupakan salah satu ilmuwan dari Institute of Psychiatry, Psychology and Neuroscience, di King’s College London.

“Kami masih belum tahu apakan smartphone itu sendiri, ataukah aplikasinya yang membuat ketagihan,” tambahnya.

Sang ilmuwan juga menyebut bahwa banyak waktu yang dihabiskan oleh anak muda harus jadi perhatian orang terdekat.

“Ada kebutuhan untuk kesadaran publik tentang penggunaan smartphone pada anak-anak dan remaja. Orang tua pun harus menyadari berapa banyak waktu yang dihabiskan anak di ponsel mereka,” tutup Nicola.

Meski demikian, dengan angka hanya seperempat dari anak muda saja yang mengalami adiksi smartphone hingga sakaw, ini adalah berita baik di mana efek smartphone tidak akan merusak seluruh generasi seperti yang digemborkan. Hal ini bisa dicegah dengan kesadaran diri sendiri dan orang di sekitar. (Uli)

INDOLINEAR.TV