Larangan Mudik Lebaran 2020, Inilah Kondisi Terkini Terminal Induk Bekasi

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 10 Mei 2020

Indolinear.com, Bekasi – Walikota Bekasi Rahmat Effendi menegaskan operasional bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) di Terminal Induk Bekasi tetap tidak diperbolehkan.

Meskipun ada kebijakan relaksasi transportasi dari Kementerian Perhubungan.

“Engga ada, engga ada AKAP,” ujar Rahmat, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (09/05/2020).

Rahmat menjelaskan kebijakan relaksasi itu sudah ditegaskan hanya untuk perjalanan bisnis dan tertentu.

Kemudian belum ada teknis jelas penerapannya seperti apa.

“Misal kita operasikan, cek masuk sesuai kriteria yang dibolehkan gimana prosedurnya. Hingga saat ini AKAP masih tidak operasi,” ucap dia.

Sementara Kepala Terminal Bekasi, Muhammad Kurniawan, sejak kebijakan relaksasi transportasi itu tidak ada pergerakan bus rute jarak jauh yang beroperasi di Terminal Induk Bekasi.

Bus AKAP tidak beroperasi karena ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tingkat Jawa Barat.

“Bus-bus tidak beroperasi karena takut ada penyekatan di perbatasan nantinya,” ucap dia.

Pihaknya juga masih menunggu perintah dari Wali Kota Bekasi maupun Gubernur Jawa Barat terkait pengoperasian kembali bus AKAP.

“Sejauh ini belum ada perintah, jadi kita tetap kebijakan tidak ada operasional bus AKAP,” jelas dia.

Adanya kebijakan relaksasi, kata Kurniawan, sejumlah penumpang bus datang ke terminal hendak mudik. Mereka mengira bus itu beroperasi.

“Awal keluar kebijakan relaksasi ada beberapa yang datang. Dikira operasi bus, ya mereka kita jelaskan dan suruh pulang kembali,” imbuh dia.

Ia menambahkan di Terminal Induk Bekasi hanya bus dalam kota yang masih beroperasi. Itupun jumlahnya hanya 10 penumpang saja.

“Hanya bus dalam kota yang melakukan perjalanan, itu juga sedikit. Sehari 3 bus itu juga sepi isinya cuman 10 persen saja,” papar dia

Pemudik Takkan Mudah Lagi Masuk Jakarta, yang Positif Corona Dilarang Masuk Kembali ke Ibukota

Pemudik yang ingin kembali ke Jakarta usai Hari Raya Idul Fitri 1441 H wajib mengantongi surat keterangan swab tes memakai alat Polymerase Chain Reaction (PCR).

Bagi yang hasilnya negatif, yang bersangkutan diizinkan masuk sementara yang positif dilarang masuk Jakarta.

“Prinsipnya yang bersangkutan pada saat akan masuk Jakarta, itu harus ada jaminan bahwa mereka bebas dari Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Syafrin Liputo pada Jumat (8/5/2020).

Menurutnya, tes kesehatan itu dibuktikan dari swab test memakai alat PCR melalui surat keterangan dari rumah sakit atau puskesmas daerah asalnya.

Nantinya petugas gabungan Dinas Perhubungan, Satpol PP, Polri dan TNI akan memeriksa dokumen para pemudik yang akan kembali ke Jakarta.

Adapun pengecekan dilakukan di ruas jalan yang menjadi perbatasan antara DKI Jakarta dengan daerah sekitarnya seperti Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Depok.

“Jadi nanti surat-surat mereka yang akan kami periksa satu per satu,” imbuhnya.

Meski demikian, teknis pengecekan surat tersebut masih dikaji lebih lanjut oleh DKI. Hingga kini, kata dia, DKI masih menyiapkan regulasi soal pembatasan pemudik yang akan kembali ke Jakarta

Pemerintah menargetkan, sebelum hari Raya Idul Fitri 1441 H, regulasi tersebut bisa diterbitkan.

“Saat ini regulasinya masih disiapkan, nanti pada saat regulasinya sudah ditandatangani Pak Gubernur, akan kami sampaikan mekanismenya,” jelas Syafrin.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku tengah menyusun regulasi soal pembatasan warga luar Jakarta yang ingin masuk Ibu Kota pasca Hari Raya Idul Fitri 1441 H pada akhir Mei 2020.

Upaya ini dilakukan untuk menghindari potensi penyebaran virus dari luar daerah ke Jakarta usai mudik lebaran.

“Kami menyusun regulasi untuk membatasi pergerakan masuk Jakarta sesudah musim lebaran.”

Karena itu, bagi warga Jakarta seperti juga arahan bapak Presiden untuk tidak mudik atau pulang kampung,” kata Anies saat jumpa pers di Balai Kota DKI pada Jumat (1/5/2020) malam.

“Karena bila Anda pulang, belum tentu bisa balik ke Jakarta dalam waktu singkat. Nanti kalau regulasi sudah selesai, akan ada pembatasan amat ketat untuk masuk Jakarta,” tambah Anies. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya