Lapas Pemuda Tangerang Mendapat Kunjungan JF PK Bapas

FOTO: kabar6.com/indolinear.com
Selasa, 18 Juni 2019

Indolinear.com, Kota Tangerang – Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Tangerang (Lapas Pemuda Tangerang) mendapat kunjungan dari 7 jabatan fungsional pembimbing kemasyarakatan (JF PK) muda Bapas , 6 jabatan fungsional pembimbing kemasyarakatan(JF PK) pertama Bapas.

Dan, Sri dari Ditjen Pas Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Madya serta Herlin perwakilan dari Center For detention studies (CDS).

Kunjungan ini berfokus pada penataan management pemasyarakatan yang mendukung program revitalisasi secara masif yang bertujuan untuk menyempurnakan program yang telah direncanakan sebelumnya bahwa Lapas Pemuda Tangerang telah dipercayakan akan menjadi Lapas Medium Security.

Kegiatan ini sendiri dilaksanakan di ruang kuliah kampus kehidupan yang dihadiri juga oleh kalapas Jumadi beserta jajarannya.

Direktorat jendral pemasyarakatan sedang membuat instrumen screening penempatan narapidana baik di maksimal, medium, minimum Security. Instrumen ini sudah 2 kali uji fungsi.

Yang pertama di Lapas Cipinang, kemudian ini yang ke-2 di Lapas Tangerang, Lapas pemuda Tangerang, Rutan Depok & Lapas Bekasi.

Tujuannya untuk memperoleh masukan apakah instrumen ini sudah bisa digunakan oleh pembimbing pemasyarakatan dimana kesulitannya, kendalanya.

Dari hal ini akan di finalisasi dan memfasilitasi instrumen ini. Setelah itu akan di training of trainer ke seluruh Indonesia. Pilot project ini akan diberlakukan di Banten & Jawa Barat.

Jika sudah final, ketika dibawa ke Direktorat Jendral pemasyarakatan untuk dilegalisasi dan para pemberi kebijakan setuju, maka sistem tersebut akan dipakai, terlepas akan direvisi atau disempurnakan setidaknya kita sudah punya dulu yang ini.

Hal ini yang akan membaca narapidana ketika dia masuk, dia akan ditempatkan dimana? Apakah di maksimal, medium, atau minimum security.

“Hal ini dinilai berdasarkan keamanan dan resiko dari narapidananya tersebut,” ujar Herlin dari center for detention studies, dilansir dari Kabar6.com (17/06/2019).

Sri dari Ditjen PK Madya menambahkan. Kita senang sekali dengan adanya dukungan seperti ini, karena pada saat di pelaksanaan setidaknya Lapas yang narapidananya akan di assesment sudah paham apa yang harus dilakukan.

Ketika pihak dari Bapas akan datang kesini hal yang kurang dipersiapkan tidak akan terjadi lagi. Harapannya agar lebih baik lagi.

Dengan beberapa tempat yang dijadikan uji petik ada suatu keuntungan sendiri. Sebab pada saat pelaksanaan real nanti sudah ada pengalaman.

Dikesempatan yang sama, Jumadi selaku kepala lembaga pemasayarakatan pemuda Tangerang mengucapkan terimakasih kepada direktorat atas kepercayaan yang telah diberikan.

Sehingga pihaknya berserta jajaran akan memaksimalkan program direktorat Jenderal untuk dapat menjadikan Lapas pemuda Tangerang sebagai pilot project Lapas medium.

Dan sebagai role model untuk Lapas rutan seluruh Indonesia karena pada saat ini dilapas pemuda telah terbentuk kampus kehidupan yakni program perkuliahan untuk warga binaan pemasyarakatan. Sehingga ketika mereka keluar, mereka mendapatkan masa depan yang lebih baik. (Uli)

INDOLINEAR.TV