Lakukan Aksi Cyberstalking, Seorang Pria Dipenjara 6 Tahun

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 22 Januari 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – 19 Januari 1999, seorang pria di California, Amerika Serikat ditangkap karena melakukan aksi Cyberstalking.

Cybertalking adalah penggunaan internet atau alat elektronik untuk melecehkan seseorang, sekelompok orang atau organisasi, termasuk  tuduhan palsu, pemantauan, membuat ancaman, pencurian identitas, kerusakan pada data atau peralatan, permohonan dari anak-anak untuk seks, dan atau mengumpulkan informasi dalam rangka untuk melecehkan.

Gary Dellapenta, seorang warga negara Amerika Serikat ditangkap oleh kepolisian setempat karena melecehkan seorang perempuan melalui internet dengan maksud ingin menyetubuhinya.

Ia meneror perempuan tersebut dengan memasang iklan atas nama korban sekaligus alamat rumah beserta nomor teleponnya yang menampilkan pelecehan terhadap korban.

Dalam pengakuannya, ia melakukan hal tersebut lantaran cintanya ditolak berulang kali, dilansir dari Tribunnews.com (20/01/2020).

Aksi Gary, sesuai dakwaan, merupakan bagian dari penguntitan dan pelecehan seksual terhadap perempuan di mana di negara bagian California, AS merupakan tindakan ilegal.

Aksi Gary

Dalam menjalankan aksinya, Gary Dellapenta meneror korbannya yang berasal dari daerah utara California.

Gary membuat iklan atas nama korban beserta alamat dan nomor teleponnya

Di iklan tersebut, Gary menambahkan tulisan seolah korban memiliki gairah seksual yang siap digunakan.

Setidaknya enam pria melihat iklan di internet tersebut dan mendatangi rumah perempuan tersebut.

Lebih jauh lagi, banyak pria lain yang menelepon korban dengan pesan cabul.

Aksi Gary ini diakuinya karena korban berulang kali menolak cintanya.

Aturan Larangan Cyberstalking

Pada 1 Januari 1999, California menjadi negara bagian pertama yang melarang tindakan Cyberstalking sejak dikeluarkannya aturan baru.

Setelah tiga minggu sejak aturan tersebut diterapkan, Gary Dellapenta menjadi orang pertama yang melanggar aturan tersebut.

Garry melakukan aksi kriminalnya ini lantaran cintanya ditolak terus menerus oleh korban. [3]

Kesaksian Korban

Pada awalnya, korban tidak tahu menahu mengapa banyak pria menggedor pintu rumahnya pada tengah malam.

Banyak pria datang ke rumahnya dengan mengatakan mau untuk menyetubuhinya.

Saat korban tahu nama, alamat, dan nomor teleponnya tercantum dalam iklan di internet tersebut, ia kemudian mencoba mengatasi dengan tidak melapor polisi.

Korban memiliki ide dengan meletakkan catatan di pintu rumahnya yang menerangkan bahwa iklan tersebut salah.

Mengetahui hal tersebut, Gary malah meneruskan aksinya.

Gary memasang sebuah iklan baru di internet yang menuliskan bahwa ‘catatan milik korban adalah bagian dari gairah seksualnya’.

Di sinilah kejahatan Gary terungkap.

Gary resmi ditangkap kepolisian setelah ayah korban berpura-pura merespons iklan tersebut dan melacak keberadaannya.

Hukuman

Setelah ditangkap oleh kepolisian, Gary menjalani serangkaian proses hukum.

Ia kemudian mengakui perbuatan kriminalnya.

Gary mendapat satu dakwaan penguntitan dan tiga dakwaan pelecehan/penganiyaan seksual.

Berkat kesalahannya ini, Gary mendapatkan hukuman penjara selama enam tahun. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: