Lagi, Bapenda Kota Tangerang Gelar Program Relaksasi PBB-P2 dan BPHTB

FOTO: rahmat/indolinear.com
Senin, 18 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang menggelar program relaksasi pajak bumi dan bangunan perdesaaan dan perkotaan (PBB-P2) serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Relaksasi ini berlangsung mulai 18 Oktober 2021 hingga 31 Desember 2021 mendatang.

Kepala Bapenda Kota Tangerang Kiki Wibhawa mengatakan, relaksasi PPB-P2 dan BPHTB berinduk pada Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pengurangan BPHTB, Tunggakan PBB-P2, serta Penghapusan Sanksi Administrasi PBB-P2. Kali ini merupakan relaksasi periode ketiga.

Dia menjelaskan, wajib pajak akan mendapatkan pengurangan 10 persen dari BPHTB terutang, pengurangan 10 persen tunggakan PBB-P2 tahun pajak sebelum 2021, dan penghapusan sanksi administrasi PBB-P2 piutang. Hal ini sebagai bentuk kehadiran Pemerintah Kota Tangerang untuk memberikan keringanan kepada wajib pajak.

“Agar wajib pajak tetap bisa membayar pajak di tengah situasi pandemi seperti saat ini. Kami ingin mengoptimalisasikan kembali terkait pajak daerah, khususnya di sektor PBB-P2 dan BPHTB,” kata Kiki, Senin (18/10/2021).

Untuk mendapatkan program relaksasi ini, para wajib pajak harus memenuhi persyaratan, mulai dari proses input oleh PPAT/PPATS pada sistem BPHTB online, pembayaran, penomoran, hingga penandatanganan bukti peralihan hak atas tanah pada periode masa berlaku Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 96 Tahun 2021.

“Jadi, untuk transaksi yang diberikan penomoran di luar masa berlaku Perwal ini akan dikenakan kurang bayar dengan penerbitan surat ketetapan pajak daerah kurang bayar kepada PPAT/PPATS,” ujar Kiki.

Dia menyebutkan, pada triwulan ketiga, Bapenda Kota Tangerang telah mencatatkan realisasi PBB-P2 sebesar 97 persen dan BPHTB telah mencapai 54 persen. Oleh karena itu, program relaksasi pajak diharapkan dapat memacu capaian target realisasi PBB-P2 dan BPHTB tahun ini.

“Untuk PBB-P2, target kami di angka Rp462 miliar, saat ini sudah tercapai sekitar Rp448 miliar. Sedangkan BPHTB, dari target Rp647 miliar baru sekitar Rp300 miliar yang tercapai,” ucap dia.

Metode pembayaran pajak di Kota Tangerang pun sangat mudah. Di mana, wajib pajak bisa melakukan pembayaran secara offline di Bank BJB, Kantor Pos, Alfamart, dan Indomaret, atau pembayaran secara online di Tangerang LIVE, BJB Digi, Bukalapak, Tokopedia, LinkAja, Gopay, dan QRIS

Kiki mengajak para wajib pajak untuk berpartisipasi dalam rangka pemulihan ekonomi dan pembangunan Kota Tangerang dengan selalu taat membayar pajak.

“Pembangunan yang dilaksanakan di Kota Tangerang ini bersumber dari pajak-pajak yang dibayarkan. Mulai dari pembangunan jalan, sekolah, fasilitas publik hingga kesehatan dan pendidikan,” pungkas dia. (rhm)