LA Indie Movie 2019 Ajak Generasi Muda “Goes Digital”

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Rabu, 13 Maret 2019

Indolinear.com, Jakarta – Sejak kemunculannya pada 2007, Lingkar Alumni Indie Movie atau LA Indie Movie (LAIM) telah mewadahi para generasi muda dalam menuangkan ide dan ekspresi dirinya melalui medium film, khususnya film pendek.

Selain itu LAIM juga mengajak generasi muda mengapresiasi dan menyelami proses produksi film dari hulu sampai ke hilirnya, mulai tahap penulisan naskah cerita, penyutradaraan, pengambilan gambar, penyuntingan, hingga eksibisi dan distribusi. Semua ini dimentori oleh mereka yang sudah ahli dan berpengalaman di bidangnya. Selepas vakum selama dua tahun, LAIM kini hadir kembali dengan konsep yang semakin segar dan kekinian.

“LA Indie Movie kami hadirkan, sejak tahun 2007, kami maksudkan agar menjadi jalan pembuka bagi mereka yang mempunyai passion di dunia perfilman, ingin mengasah skillnya, berkeinginan untuk terus kreatif berkarya menghasilkan film pendek dan terus eksis dengan berani mengekspresikan minatnya di bidang film, khususnya untuk kaum muda atau generasi millenials,” ujar Novrizal selaku perwakilan dari LAzone.id dalam siaran pers.

“Hal ini sejalan dengan spirit LAzone.id ,sebagai portal yang memberikan informasi tentang gaya hidup, kreativitas, entertainment, komunitas, dari sisi see things differently,” lanjutnya.

Rangkaian LAIM 2019 telah dimulai sejak November 2018 lalu dengan program LA Indie Movie Meet Up at Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) yang diisi dengan program sharing bersama para filmmaker experts.

Kegiatan dilanjutkan dengan Story Competition yang mencari ide cerita orisinal dan menarik dengan tema “Viral”, cerita yang terpilih akan dikembangkan menjadi skenario film pendek dan diproduksi menjadi film pendek bersama produser-produser ternama Tanah Air.

Pendaftaran Story Competition telah dibuka sejak 27 November 2018 dan ditutup pada 24 Maret 2019 melalui www.lazone.id. Cerita yang terpilih menjadi pemenang Story Competition akan difilmkan oleh tim filmmaker yang dijaring melalui program Filmmaker Hunt dan diproduseri langsung oleh produser ternama, yaitu Ifa Isfansyah, Ismail Basbeth dan Adhyatmika. Hasil karya ini kelak didistribusikan melalui festival dan platform digital seperti Iflix, Viddsee, dan HOOQ. Pemilihan platform digital sebagai medium distribusi film LA Indie Movie 2019 ini, sejalan dengan tema yang diusung yaitu “Your Movie Goes Digital”.

Direktur Festival LA Indie Movie 2019 Rina Damayanti menyatakan bahwa tema “Your Movie Goes Digital” dipilih sebagai respons atas makin terintergrasinya dunia digital dalam keseharian generasi muda, tak terkecuali dalam menonton film.

“Teknologi digital yang terus berkembang membuka peluang dan tantangan baru kreativitas dan medium distribusi film. Bagaimana para pembuat film menangkap tantangan era digital sebagai ruang baru kreativitas dan juga platform distribusi ide dan karya tanpa batas,” ungkap Rina.

Mark Francis selaku Iflix Global Director of Original Programming menambahkan, “Film dan serial di Indonesia siap untuk pertumbuhan yang sangat positif berkat proliferasi layanan OTT (over the top) seperti iflix dan sebagaimana dibuktikan oleh rencana untuk membuka ratusan bioskop baru di seluruh Nusantara.”

“Penonton lokal semakin tertarik dengan hiburan lokal berkualitas, yang menjadikan wadah seperti LA Indie Movie semakin penting. Anda tidak akan mendapatkan film yang bagus tanpa pembuat film yang hebat, itulah sebabnya kami senang berkontribusi dalam mendorong pengembangan keterampilan,” ujarnya dilansir dari kompas.com.

Salah satu program unggulan dalam LAIM 2019 adalah event LA MovieLAnd yang akan digelar di Jogja Nasional Museum, 2 Maret 2019; Taman Krida Malang, 9 Maret 2019; dan Joglo at Kemang, Jakarta, 16 Maret 2019.

Mulai pukul 10.00 sampai dengan pukul 21.00 malam, acara akan diisi dengan berbagai program menarik, antara lain Seri Film Workshop, Meet the Film Expert, Filmmaker Hunt, Casting, dan Open Air Cinema.

Banyak filmmaker profesional akan turut hadir sebagai narasumber yang siap membagi ilmu dan pengalaman, antara lain Angga D Sasongko (sutradara), Edwin (sutradara), Mouly Surya (sutradara), Ifa Isfansyah (sutradara sekaligus produser), Adhyatmika (produser), Agung Hapsah (Youtuber), Denis Adiswara (content creator), Roy Lolang (cinematografer), Andhy Pulung (editor film), dan masih banyak lagi. Para aktor film Indonesia juga tak ketinggalan memeriahkan acara ini, mereka antara lain Oka Antara, Vino G Sebastian, Ben Joshua, dan Arifin Putra.(pit)