Kustomfest 2020 Ditunda, Pencinta Kustom Kultur Festival Gagal Lebaran

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Kamis, 8 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pandemi Corona Covid-19 yang masih belum mereda di Indonesia, membuat sejumlah pameran otomotif ditunda. Setelah GIIAS dan IIMS 2020, gelaran Kustomfest tahun ini juga harus ditunda penyelenggaraanya.

Dijelaskan Lulut Wahyudi, Direktur Kustomfest, keputusan ini memang sudah melalui pertimbangan yang cukup matang, dengan melihat kondisi pandemi Covid-19 dan sejalan dengan Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 286/KEP/2020 tentang penetapan perpanjangan kelima status tanggap darurat bencana Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Maka kami selaku penyelenggara Kustomfest Indonesia kustom kultur festival memutuskan untuk menunda penyelenggaraan Kustomfest 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan,” jelas Lulut dalam keterangan resminya yang diunggah via akun Instagram @kustomfest, dilansir dari Liputan6.com (06/10/2020).

Namun, Lulut menambahkan, pandemi global ini tidak boleh menyurutkan semangat untuk berproses, mewujudkan asa dan pemikiran, menajamkan asas manfaat bagi khalayak luas, menjunjung tinggi rasa persaudaraan dan toleransi hingga tiba waktunya masyarakat luas dengan penuh rasa hormat akan mengapresiasi karya yang dilahirkan.

“Penundaan ini, adalah sebuah tantangan dan siasat kreatif untuk mewujudkan gelaran Kustomfest 2020 – Unrestricted yang membawa kebahagiaan bagi semua pihak,” pungkasnya.

Inilah Motor Kustom Terbaik Kustomfest 2019

Kustomfest 2019 telah berakhir dan telah menentukan para pemenang di setiap kategori yang dilombakan. Namun hanya ada satu motor yang berhak menyandang gelar Best Kustom Bike Show.

Pemenangnya adalah motor bergaya Bobber yang menggunakan basis mesin Harley-Davidson. Motor ini digarap oleh Komang Gede Sentana Putra dari Kedux Garage.

Builder asal Bali yang karib disapa Kedux itu mengaku, karya-karya Shinya Kimura dari rumah modifikasi Chabott Engineering menjadi inspirasinya dalam menggarap motor kustom dengan desain klasik tersebut.

“Motor ini terinspirasi dari style-nya Shinya Kimura. Karena bukan style saya, jadi saya mesti masuk ke dunianya Shinya Kimura gimana cara supaya ketemu feeling-nya, gimana caranya agar mesin bisa matching dengan aksesori. Untuk aksesori saya berusaha sebeda-bedanya, tapi komposisi looks kepengin semirip-miripnya,” ujar Kedux di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Minggu (6/10) malam.

Shinya Kimura

Menurut Kedux, motor-motor karya Shinya Kimura memiliki ciri khas. Dan hal ini yang coba diterapkan pada motor yang dibangun sejak Maret lalu tersebut.

“Ciri khas motornya Kimura, saya lihat motornya lebih rendah, sudut rake-nya agak ke depan. Umumnya 30 derajat dia 38 derajat. Itu yang membuat karakternya langsung keluar,” kata Kedux. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: