Kurangi Angka Kemiskinan, Warga Tangsel Dapat Bantuan Sosial

Dinsos Tangsel for indolinear.com
Kamis, 1 Maret 2018

Indolinear.com, Tangsel – Sebanyak 8582 jiwa warga Tangsel secara simbolis menerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diberikan langsung oleh Menteri Sosial RI Idrus Marham, pada Rabu 21 Februari 2018.

Pemberian tersebut berlangsung di gedung Graha Widya Bakti, Puspiptek, Setu, Tangsel. Mensos membeberkan jika total bantuan dalam program tersebut yang diserahkan ke masyarakat Tangsel seluruhnya mencapai Rp 36.423.430.000.

“Sebagai Menteri baru, saya diperintah pak Presiden Jokowi untuk mengecek 2 hal ini, yang pertama bantuan untuk PKH-nya sudah jalan, yang kedua bantuan untuk Bansos seperti Rastra (Beras Sejahtera) dan BPNT-nya juga sudah jalan,” ucap Idrus Marham.

Adapun rincian bantuan yang diberikan berupa :

  1. PKH bagi 8.582 KPM dengan nilai bantuan sosial sebesar Rp16.219.980.000.
  2. KPM PKH Lanjut Usia untuk 83 jiwa sebesar Rp166.000.000.
  3. KPM PKH bagi pengidap disabilitas untuk 95 jiwa Sebesar Rp190.000.000.

Sedangkan Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) yang diberikan adalah :

  1. BPNT kepada sebanyak 15.009 KPM yang nilainya mencapai Rp19.811.880.000.
  2. Bantuan Hibah Dalam Negeri :

– Berupa pemberian paket Sembako kepada 350 keluarga yang nilainya mencapai Rp33.320.000

– Bantuan Paket Bagi Anak Prestasi kepada 10 siswa, dengan total mencapai Rp2.250.000.

Dirinya pun menyampaikan, ada perbedaan mengenai besaran jumlah beras yang diberikan pada tahun ini, dimana tiap keluarga masing-masing akan mendapat jatah 10 kilo gram Rastra namun tanpa ada pembayaran apapun. Berbeda dengan periode sebelumnya, yang mendapat angka 15 kilo perkeluarga akan tetapi dengan disertai sejumlah pembayaran.

“Sekarang ini aturan yang ada itu 10 kilo (beras), dulu 15 kilo, tapi dulu ada bayaran. Jika sekarang masih ada yang mungut bayaran, lapor kepada Ibu Wali kota Tangsel,” jelas Idrus.

Baca Juga :  Nopol B Diganti A, Wali Kota Tangerang Tak Sepakat dengan Rano

Masih kata dia, pihaknya saat ini terus mengejar target pada bulan Februari 2018 ini agar tahap penyerahan PKH dan BPNT telah rampung sepenuhnya untuk tahap pertama. Meski begitu, tidak semua daerah memiliki kemudahan akses dalam pendataan maupun penyerahan bantuan tersebut.

“Ini sudah rata-rata 60-an (persen). Ada beberapa daerah memang yang mengalami kendala, misalnya komunikasi atau sinyal yang tak koneksi, transportasi, ini semua didaerah Indonesia Timur,”singkatnya.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, mengungkapkan, Tangsel merupakan salah satu kota yang menerima Bantuan sosial program Keluarga Harapan (PKH) sejak 2013.

“Pemerintah pusat dan daerah fokus mengurangi angka kemiskinan dengan meningkatkan kemampuan SDM. Program penyaluran ini diharapkan kedepannya dapat mengurangi angka kemiskinan di Tangsel,” ungkapnya.

Program ini didukung penuh dari para stakeholder termasuk dari Himpunan Bank Negara (Himbara) dalam hal ini Bank BNI. “Penyaluran melalui Bank ini akan lebih memudahkan masyarakat Tangsel dalam menerima bantuan,”singkatnya.

Sementara, Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Asda III), yang juga sebagai Plt Kepala Dinsos Tangsel Teddy Meiyadi menuturkan, di Indonesia ada 44  Kabupaten Kota yang dipilih untuk program unggulan ini, salah satunya Kota Tangsel.

“Pelaksanaannya sudah bagus, sekarang kita sudah mulai pencairan semua. Untuk tahap pertama ditahun 2018 ini, kita bagi-bagi di 7 Kecamatan dan 54 Kelurahan. Mungkin Kecamatan Ciputat Timur dan sebagainya itu bisa mulai dilaksanakan bulan Maret ,” ungkapnya.  (adv)

%d blogger menyukai ini: