Kunjungan Lemhanas Inggris Dinilai Menegaskan Pengakuan Keberhasilan Indonesia Cegah Terorisme

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 29 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Kunjungan peserta  Royal College of Defense Studies (RCDS) – setingkat Lemhanas di Inggris – yang dipimpin langsung Komandannya Letnan Jenderal Sir George Norton  ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada Selasa (24/5/2022) lalu menegaskan pengakuan dunia akan keberhasilan Indonesia dalam pencegahan terorisme.

Demikian pandangan ini disampaikan Robi Nurhadi, pengajar Hubungan Internasional FISIP Universitas Nasional.

Penerima PhD dari Center for History, Politic and Strategy UKM Malaysia dengan disertasi tentang Perbandingan Strategi Penanganan Terorisme antara Indonesia dan Malaysia tersebut, menilai bahwa apresiasi Lemhanas-nya Inggris dapat mengisi ruang kelemahan Indonesia dalam penanganan terorisme di kawasan Asia Tenggara.

“Terorisme itu kejahatan transnasional. Ia menuntut penanganan yang integratif pada satu kawasan agar tidak terjadi celah kerawanan atau istilahnya Window of Vulnerability (WoV). Nah, sejak peristiwa Bom Bali 2002, Indonesia sering dianggap biangnya WoV. Maka kita banyak dibantu oleh negara-negara lain waktu itu. Dengan kehadiran Lembahas Inggris tersebut, menjadi poin penting. Itu artinya BNPT diakui keberhasilannya menutup celah-celah kerawanan aksi terorisme,” ujar Robi Nurhadi yang juga Kepala Pusat Penelitian Pascasarjana UNAS tersebut, dilansir dari Tribunnews.com (28/05/2022).

Robi menilai apresiasi Lemhanas Inggris tersebut dengan 30 partisipan  dari  berbagai negara adalah hal yang patut diapresiasi karena faktanya Indonesia saat ini jauh lebih stabil dibanding masa tahun 2002 hingga 2012 lalu dimana bom-bom terorisme datang silih berganti.

“Alhamdulillah, saat ini Indonesia bisa menikmati kestabilan dari ancaman terorisme. Benih-benih terorisme telah ditransformasi menjadi benih-benih kerukunan beragama dan perdamaian yang dilandasi kemanusiaan yang tinggi. Tentu ini semua merupakan hasil dari kerja kolaboratif semua elemen masyarakat dan negara yang dikordinasi oleh BNPT,” ujar Robi Nurhadi yang juga Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian MUI Pusat.

“Untuk itu kami juga sepakat dengan tagline yang diangkat oleh BNPT di bawah kepemimpinan Komjen Pol Boy Rafli Amar ini adalah Indonesia Harmoni, yaitu mengutamakakan upaya upaya yang membangun kerukunan serta mengambil persamaan dari berbagai perbedaan,“ ungkap Robi.

Robi berharap agar apresiasi dunia terhadap keberhasilan pencegahan terorisme tersebut harus membuat BNPT lebih kuat dalam membangun mekanisme pencegahan celah kerawanan internal agar langkah-langkahnya tidak kontraproduktif atas capaian prestasi hari ini.

“Belajar pada pengalaman yang lalu, BNPT harus selalu memastikan bahwa langkah-langkahnya tidak kontraproduktif bagi terciptanya dukungan masyarakat untuk menjadikan Indonesia sebagai Wilayah Bebas Terorisme”, ujar Robi Nurhadi mengakhiri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar bersama Deputi Bidang Kerja Sama Internasional, Andhika Chrisnayudhanto menerima kunjungan peserta Royal College of Defense Studies (RCDS), yang dipimpin langsung oleh komandan RCDS Lieutenant General Sir George Norton.

Peserta yang  hadir, terdiri dari 30 participan dari berbagai negara/multinational participants.

Kegiatan bertempat di Kantor BNPT, Jakarta Pusat pada Selasa (24/5/2022).

Dalam sambutannya, Kepala BNPT memperkenalkan negara Indonesia secara umum.

Selain itu, Boy juga menyampaikan bahwa penyebaran ideologi – ideologi terorisme dan radikalisme berkembang sangat cepat.

Sebagai aparatur negara, semua lembaga nasional maupun internasional diharapkan dapat saling bekerja sama demi memutus penyebaran terorisme dan radikalisme tersebut. (Uli)

loading...