Kumpulan Dongeng Pada Zaman Dahulu Lidah Buaya Dan Lidah Anjing

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Rabu, 6 Januari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pada zaman dahulu, anjing memiliki lidah yang pendek dan mulut yang moncong. Hal itu membuatnya kesulitan untuk berbicara. Jika ia berbicara, banyak binatang yang tak paham. Hal itu membuat Anjing sedih.

Sementara itu, Buaya memiliki lidah yang panjang serta mulut yang panjang pula. Buaya memiliki tabiat yang baik. Jika berbicara, ia selalu mengatakannya dengan jelas dan sopan. Hal itu sudah diketahui oleh banyak penghuni hutan. Makanya, banyak binatang yang ingin memiliki lidah seperti Buaya.

Suatu hari, Anjing ingin melamar seekor anjing betina. Ia tak mau dirinya nanti ditertawakan gara-gara cara bicaranya yang kurang jelas. Maka kemudian Anjing pun menemui Buaya.

“Bolehkah aku meminjam lidahmu? Aku hendak melamar seekor anjing betina yang selama ini aku kagumi,” ucap Anjing.

Mendengar permintaan itu, Buaya menjadi iba. Ia akhirnya bersedia meminjamkan lidahnya kepada Anjing.

“Kau boleh meminjam lidahku. Tapi, kembalikan segera,” pinta Buaya. Anjing sangat senang. Ia pun berjanji akan mengembalikan Iidah Buaya secepatnya.

Anjing segera pergi ke rumah anjing betina. Anjing betina sangat kagum dengan anjing itu. Baru kali ini ia melihat seekor anjing yang memiliki lidah yang panjang. Anjing betina akhirnya menerima lamaran anjing itu.

Sudah berhari-hari lewat, tapi Anjing tak kunjung mengembalikan lidah Buaya. Buaya sudah lama menunggunya. Buaya ingin menemui Anjing, tetapi rumah Anjing cukup jauh. Maka ia pun meminta temannya, seekor burung, untuk menyampaikan pesan kepada Anjing.

“Akan kutemui Anjing dan kusampaikan pesanmu,” kata Burung, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (05/01/2021).

Burung segera menemui Anjing. Namun, Anjing tak mau mengembalikan lidah itu. Ia malah bersikap ketus kepada Burung.

“Katakan pada Buaya, barang apa yang aku pinjam? Aku sama sekali tak meminjam apa pun darinya,” ujar Anjing.

Burung pun menyampaikan pesan itu kepada Buaya. Sungguh sedih hati Buaya. Teman yang Ia percayai malah mengkhianatinya.

“Aku tak akan memaafkanmu, Anjing. Sampai kapan pun akan kukejar kau,” ujar Buaya.

Sejak saat itulah buaya menjadi musuh anjing. Sejak saat itu pula anjing memiliki lidah panjang. Itu adalah hasil membohongi buaya. Olala… sungguh suatu perbuatan yang tidak terpuji.

Pesan moral dari Kumpulan Dongeng Pada Zaman Dahulu : Lidah Buaya Dan Lidah Anjing (Nigeria) adalah jangan suka berbuat hal yang tidak terpuji seperti anjing dalam cerita tersebut. Teman yang baik adalah teman yang bisa dipercaya perkataannya. (Uli)