Kumpulan Dongeng Mancanegara Dari Denmark Kaus Kaki Duyung Laki-Laki

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Rabu, 16 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pada suatu hari yang cerah, seorang nelayan pergi melaut seperti biasa.

Belum lagi ia sampai di tengah laut, angin besar tiba-tiba bertiup dan ombak besar datang berdeburan.

Nelayan tahu itu tandanya ia harus segera pulang. Namun, sekeras apa pun ia mendayung, perahunya hanya bergerak sedikit karena tertahan ombak yang kuat. Tiba-tiba, ia melihat sesuatu yang membuatnya gemetaran.

Dari dalam air laut, muncul sesosok laki-laki berambut dan berjenggot abu-abu dengan menunggangi ombak seperti manusia yang menunggangi kuda. Nelayan mulai berdoa melihatnya. la tahu itu adalah duyung laki-laki. la juga tahu jika melihat duyung laki-laki berarti sebentar lagi akan ada badai yang datang.

Tapi, saat nelayan memerhatikan dengan teliti. la melihat duyung itu seperti menggigil kedinginan. Tiba-tiba duyung itu berteriak, “Dingin sekali, aku sangat kedinginan. Salah satu kaus kakiku hilang.”

Nelayan bingung mendengarkan teriakan duyung itu. Spontan ia duduk, membuka sepatunya, lalu melepas kaus kakinya dan melemparkannya ke arah duyung. Setelah menangkap kaus kaki milik nelayan, duyung itu menghilang.

Nelayan mendayung dengan aman sampai ke pantai. Seminggu berlalu, nelayan selalu mendapatkan hasil tangkapan yang bagus.

Suatu hari, saat sedang asyik dengan tangkapan ikannya yang melimpah, nelayan melihat rambut abu-abu muncul dari dalam air. Ternyata, itu si duyung laki-laki.

“Dengar, dengar nelayan yang melemparkan kaus kaki! Pulanglah, pulanglah! Mendayunglah untuk pulang. Sebab, badai telah dekat,” kata duyung laki-laki. Nelayan pun bergegas pulang, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (15/06/2021).

Benar saja, tidak lama kemudian badai besar terjadi. Duyung laki-laki itu telah menolong nelayan yang baik hati

Pesan Moral dari Kumpulan Dongeng Mancanegara Kaus Kaki Duyung Laki-Laki adalah selalu berbatlah haiklah, maka kamu akan mendapatkan balasan yang setimpal. Siapa yang suka menolong, pasti akan mendapat , pertolongan saat kamu kesulitan. (Uli)