Kumpulan Dongeng Internasional Dari Belanda Berjudul Anak Yang Rakus

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Rabu, 23 September 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Tersebutlah seorang anak berusia 12 tahun bernama Klaas van Bommel. Ia tinggal di Belanda. Ia merupakan anak yang doyan makan, bahkan terbilang rakus. Porsi makannya jauh lebih besar dari anggota keluarganya yang lain. Makanan yang paling disukainya adalah keju. Hampir setiap hari ia merengek kepada ibunya untuk meminta keju. Kalau sudah dikasih, maka ia tidak akan berhenti makan sampai sang ibu menghentikannya. Ia sepertinya tidak pernah puas memakan keju. Sang ibu sangat heran dengan nafsu makan Klaas yang demikian besar, khususnya terhadap keju.

“Kau harus bisa mengendalikan nafsu makanmu,” nasihat sang ibu kepada Klaas. “Kalau tidak, kelak kau akan rugi sendiri, misalnya sakit perut karena kebanyakan makan.”

Nasihat seperti itu selalu masuk ke kuping kanan dan keluar dari kuping kiri Klaas. Anak itu seperti tidak peduli dengan nasihat ibunya. Ia tidak pernah berusaha untuk menahan nafsu makannya. Setiap kali menemukan keju, maka ia pasti akan memakannya meskipun beberapa menit sebelumnya ia sudah makan.

Suatu hari, Klaas memakan keju yang sengaja disimpan oleh ibunya untuk persediaan. Maka kekesalan sang ibu terhadap Klaas pun mencapai puncaknya. Ia melarang Klaas memakan keju selama seminggu.

“Huuh, ibu jahat!” maki Klaas. Ia langsung beriari ke kamarnya dengan wajah yang dilipat. Ia merasa sangat jengkel kepada sang ibu yang melarangnya makan keju selama seminggu, padahal ia sangat menyukai keju.

“Aku benci ibu! Aku benci ibu!” Klaas merengek sambil memukul-mukul bantalnya. Begitulah cara ia melepaskan kekesalannya. Setelah beberapa lama, ia merasa sangat lelah. Perlahan-lahan matanya mulai terpejam. Akhirnya ia pun tertidur karena kelelahan.

Klaas terbangun pada tengah malam. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya. Tiba-tiba perhatiannya teralihkan pada cahaya kerlap kerlip di balik jendela kamarnya. Ia menghampiri jendela itu, melongok ke luar, dan bisa melihat dengan jelas ribuan peri kecil yang beterbangan. Dari kejauhan, seorang peri tampak terbang mendekat ke arah Klaas.

“Ikutlah! Kami punya banyak keju,” ujar peri kecil itu kepada Klaas. Mata Klaas berbinar-binar begitu mendengar kata keju. Ia buru-buru keluar, mengikuti peri tersebut ke halaman rumah Klaas yang luas.

“Mana kejunya?” tanya Klaas, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (22/09/2020).

Peri kecil itu tersenyum, lalu berkata, “Duduklah di sini. Kami akan membawakanmu banyak keju.”

Klaas duduk dengan hati yang riang. Ia sudah tidak sabar lagi untuk menyantap keju yang di janjikan oleh sang peri. Tidak lama kemudian, ribuan peri muncul membawa keju. Mereka melemparkan keju yang mereka bawa ke arah Klaas. Anak itu dengan sigap menangkap keju-keju yang dilempar oleh para peri, lalu menyantapnya dengan Iahap.

Klaas senang sekali. Tapi, peri itu tidak henti-hentinya melemparkan keju. Lama-kelamaan Klaas merasa kenyang. Ia sudah tidak sanggup lagi untuk memakan keju-keju itu.

“Cukup! Cukup!” seru Klaas kepada para peri. Namun, para peri seolah-olah tidak mendengar permintaan Klaas. Mereka masih terus melempar keju ke arah Klaas. Akhirnya keju itu pun semakin lama semakin menumpuk. Saking tingginya tumpukan keju itu, Klaas sampai tertimbun dan hanya tersisa bagian kepalanya.

Klaas terus berteriak agar para peri berhenti melemparkan keju ke arahnya. Di tengah kepanikannya itu, ia melihat empat peri menggotong keju yang sangat besar, sebuah keju raksasa. Mereka kemudian melemparkan keju raksasa itu ke arah Klaas.

“Tidaaaaaaaaak…,” jerit Klaas.

“Bruuuuk!”

Olala… Klaas terjatuh dari tempat tidurnya. Rupanya tadi ia hanya bermimpi. Badannya basah kuyup karena keringat. Jantungnya masih berdebar-debar dengan kencang. Namun, ia merasa sangat bersyukur karena semua yang dialaminya tadi hanyalah mimpi.

Klaas menjadi kapok. Sejak saat itu, ia tidak lagi rakus memakan keju. Ibunya awalnya merasa heran melihat perubahan Klaas. Meskipun tidak tahu sebabnya kenapa Klaas berubah, tapi ia senang karena  bagaimanapun ia tidak ingin anak kesayangannya itu menjadi anak yang rakus.

Hikmah dari Cerita Anak Dongeng Internasional dari Belanda adalah Makanlah secukupnya saja dan jangan menjadi anak yang rakus. Perlu diketahui, segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik, termasuk dalam hal makan.  Hikmah lainnya yang bisa kita dapat dari cerita di atas adalah hendaknya kita tidak membantah perintah orangtua. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: