KPK Rangkul Milenial Melawan Korupsi Lewat Festival Film

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 5 September 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak kaum milenial untuk mengikuti Anti-Corruption Film Festival (ACFFest) 2020.

Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) KPK Giri Suprapdiono melihat banyak kaum milenial di Indonesia dapat memperluas perlawanan terhadap bahaya laten korupsi.

“Harapannya dengan mengajak milenial ini bisa menyentuh umur 21-36 yang menurut survei IDN Times ada 63,5 juta se-Indonesia,” kata Giri dalam webinar ‘Millenial Bicara Anti Korupsi’ yang disiarkan YouTube KPK, dilansir dari Tribunnews.com (04/09/2020).

ACFFest keenam ini mengambil tema ‘Kreasi di Masa Pandemi’.

Giri berharap para milenial banyak terlibat dalam isu-isu antikorupsi dengan cara yang menyenangkan.

“Karena KPK itu bukan hanya sekedar menangkap orang, tapi juga ada tentang memperbaiki sistem, misalkan gimana cara menambah pendapatan pajak,” jelasnya.

KPK, dikatakan Giri, kini mulai membuat iklan antikorupsi yang menyentuh kaum milenial melalui ajang kompetisi film pendek, vlog, dan ide cerita film pendek fiksi berdurasi antara 5-15 menit.

KPK ingin mengajak generasi muda untuk tetap kreatif dan kritis lewat film.

Ada dua kategori yang dikompetisikan pada ACFFest 2020.

Pertama kompetisi film pendek dan vlog yang terdiri atas film pendek fiksi komedi durasi maksimal 15 menit, film pendek dokumenter (15 menit), film pendek animasi (5 menit), dan vlog antikorupsi (5 menit).

Kompetisi film pendek ini terbuka untuk umum. Pendaftaran dibuka mulai 19 Agustus sampai 15 November 2020.

Kategori kedua adalah lomba ide cerita film pendek fiksi berdurasi 10-15 menit. Sebanyak 10 proposal ide cerita terpilih akan mendapat bantuan dana produkai Rp25 juta dan berhak mengikuti Movie Camp Online dan mendapat pendampingan teknis dari mentor.

Kompetisi ide cerita film pendek dimulai sejak 19 Agustus sampai 15 September 2020. Pembuat film yang ide ceritanya terpilih akan diberikan waktu produksi film selama dua bulan, yaitu pada Oktober sampai November 2020.

Film pendek fiksi maupun proposal ide film pendek harus mengangkat tema antikorupsi dengan memuat nilai-nilai integritas. Seperti kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab, kerja keras, kesederhaan, kemandirian, keberanian, dan keadilan.

Film-film yang telah selesai diproduksi dan diberikan penilaian akan diputar pada Malam Penganugerahan ACFFest 2020 di Jakarta, Desember mendatang.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron sebelumnya mengatakan penyelenggaraan ACFFest menjadi medium kampanye KPK untuk mendorong masyarakat mengaplikasikan nilai-nilai integritas di dalam kehidupan bermasyarakat.

Visualisasi dalam bentuk film diharapkan dapat lebih menggugah masyarakat dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan korupsi.

Menurut Ghufron, pelaksanaan ACFFest di tengah pandemi menjadi ajang pembuktian kalau pandemi tidak membatasi kreativitas. Situasi di tengah pandemi harus dijawab dengan kreasi dan karya.

“Kami berharap, ACFFest memunculkan kreator-kreator dan kreativitas-kreativitas baru di dunia film Indonesia. Melalui karya di ACFFest, para sineas dapat membuktikan kalau film Indonesia adalah film yang bermartabat dan bermutu,” kata Ghufron. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: