Kota Di India Bakal Gunakan Abu Jenazah Covid-19 Buat Taman

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 19 Juli 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Beberapa tahun ke depan, ketika pengunjung tiba di sebuah taman di sudut Bhopal, India, mereka harus melangkah dengan hati-hati. Pasalnya, kaki mereka berpijak di atas persemayaman ribuan orang yang tewas direnggut Covid-19.

Dilansir dari Merdeka.com (18/07/2021), sebuah lahan kosong di Bhopal akan diubah menjadi kuburan massal sekaligus memorial bagi warga India yang tak berhasil selamat dari pandemi. Sebanyak 21 truk penuh abu dari 6.000 orang yang dikremasi sejak 15 Maret hingga 15 Juni 2021 akan digunakan untuk membangun taman.

Negara bagian Madhya Pradesh di India tengah di mana kota Bhopal berada, telah melaporkan 790.042 kasus Covid dan lebih dari 9.000 kematian. Sementara India telah mencatat lebih dari 30 juta kasus Covid-19 dan lebih dari 400.000 kematian. Pada bulan Mei, negara itu harus menghadapi lonjakan serius dalam kasus varian Delta yang sangat menular dalam gelombang kedua.

Lojakan kasus Covid-19 telah membebani sistem perawatan kesehatan, melumpuhkan industri layanan pemakaman, dan mengakibatkan mayat dibuang di sungai Gangga. Tak kalah mengkhawatirkan, pada Mei 2021, India juga menyatakan bahwa jamur hitam yang menular dan mematikan menjadi epidemi sekunder yang beredar di antara para penyintas Covid-19, menyebabkan orang kehilangan penghlihatan dan anggota tubuh.

Sebab Krematorium Kehabisan Tempat

Keputusan pembuatan taman dari abu jenazah Covid-19 dilakukan karena krematorium utama kota Bhadbhada Vishram Grat kehabisan tempat untuk menyimpan sebagian besar abu jenazah korban Covid-19 yang ditinggalkan keluarganya. Manajer krematorium Mamtesh Sharma mengatakan, abu yang tidak diakui di Bhadbhada Vishram Ghat awalnya disimpan dalam guci besar. Namun, tingkat pembakaran mayat di sana jauh melampaui ruang penyimpanan yang tersedia.

“Pada puncak gelombang kedua setelah kami membakar 100 hingga 150 mayat sehari, kami harus terus membuat ruang. Kami menambahkan lebih banyak loker di mana kami menyimpan guci. Setelah kami membuat ruang untuk 500 loker. Kemudian kami menambahkan ruang ganti lain. Sekarang tidak ada ruang yang tersisa, tetapi kami membutuhkan ruang untuk kremasi lainnya,” katanya.

Sharma juga mengatakan bahwa dia tidak terkejut bahwa begitu banyak abu yang tidak diambil keluarga. Beberapa anggota keluarga hanya mengambil sebagian tulangnya saja, tidak seluruhnya. Mungkin juga abu tidak diklaim karena tidak ada anggota keluarga yang tersisa untuk mengambilnya. Bloomberg melaporkan pada Mei 2021 bahwa banyak keluarga meninggal akibat Covid-19, terutama di pedesaan India.

Ditanami Ribuan Pohon

shivraj singh chouhan pejabat madhya pradesh melakukan penanaman secara simbolis di taman memorial dekat krematorium bhadbhada vishram ghat crematorium

Abu akan ditempatkan di lahan setelah diolah dengan campuran tanah, kotoran sapi, serbuk kayu, pasir, dan bahan lainnya. Lahan itu kemudian disulap menjadi taman yang dapat menampung antara 3.500 dan 4.000 tanaman. Komite pengembangan taman mengundang warga untuk ikut menanam bibit pohon di sana.

“Kami telah mengimbau kepada anggota keluarga yang kehilangan nyawa karena Covid-19 untuk berpartisipasi dalam pengerjaan taman. Komite manajemen akan merawat tanaman ini sampai mereka tumbuh menjadi pohon,” kata Arun Choudhary, presiden Bhopal, komite pembangunan taman. (Uli)