Kota Depok Resmi Buka Lelang Jabatan Sekda

wikipediaorg/indolinear.com
Senin, 28 Agustus 2017
loading...

Indolinear.com, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akhirnya resmi membuka lelang jabatan atau seleksi terbuka untuk mengisi jabatan Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Depok, yang kosong sejak sekitar satu bulan lalu atau sejak Selasa (25/7/2017).

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Lelang Jabatan Sekda Depok, Warli, dalam surat tertulis yang ditandatanganinya menyatakan lelang jabatan atau selesi terbuka Sekda Depok ini sudah dibuka sejak Jumat (25/8/2017) dan akan terus dibuka selama masa pengumuman hingga 8 September mendatang.

Syarat peserta lelang jabatan ini, katanya, dibuka bagi PNS (Pegawai Negeri Sipil) sekabupaten atau kota se-Provinsi Jawa Barat, dengan sejumlah syarat.

Pertama, berusia paling tinggi 56 tahun pada 30 November 2017; kedua, membuat surat lamaran yang ditujukan kepada pansel di atas materai Rp 6000 dan ketiga, ditulis dalam format surat lamaran.

Kelengkapan berkas dikirimkan ke alamat email: pansel-bkspdm@depok.go.id juga dikirimkan via pos ke Sekretariat Panitia Seleksi di Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota (BKPSDM) Kota Depok di Gedung Dibaleka II Lantai 8, di Jalan Margonda Raya, Nomor 34, Kota Depok, paling lambat 11 September 2017.

“Semua surat lamaran dan kelengkapan berkas identitas peserta lelang sudah harus diterima Panitia Seleksi, baik lewat email dan via pos, paling lambat 11 September,” kata Marli.

Setelah itu kata Marli, pansel akan melakukan seleksi administrasi terhadap peserta lelang jabatan yang melamar pada 12 September. Sedangkan hasilnya akan diumumkan pada 13 September.

Peserta yang lolos seleksi administrasi, lanjut Marli, harus menjalani seleksi kompetensi atau asesmen pada 14 September; tes kesehatan pada 18 September; penulisan makalah dan bahan presentasi pada 20 September; presentasi makalah dan wawancara pada 26 September; serta pengumuman akhir pada 29 September.

“Jadi pansel tidak menerima berkas lamaran secara langsung dan tidak dikenakan biaya atau pungutan apa pun dalam seleksi jabatan ini,” katanya.

Persyaratan itu, tambahnya, diberlakukan untuk menjamin objektifitas hasil seleksi jabatan.

Pansel terdiri dari berbagai pihak mulai dari pihak eksternal, yakni para akademisi dan pihak internal dari Pemkot Depok dan Pemprov Jabar.

Marli menegaskan, nantinya akan ada beberapa nama atau paling banyak tiga nama yang akan dipilih pansel sebagai pemenang seleksi.

Dari beberapa nama pemenang seleksi jabatan itu, katanya, Wali Kota Depok akan memilih satu nama yang dianggap paling tepat untuk memegang jabatan karir tertinggi di Pemkot Depok, yakni Sekda Depok.

Seperti diketahui setelah mencopot Harry Prihanto dari jabatannya sebagai Sekertaris Daerah Kota Depok, Selasa (25/7/2017), Wali Kota Depok, Mohammad Idris, akhirnya resmi menunjuk seorang pelaksana tugas atau Plt untuk mengisi jabatan Sekda Depok.

Idris menunjuk Widyati Riyandani, yang juga menjabat Asisten Pemerintahan dan Administrasi Setda Kota Depok, sebagai Plt Sekda Depok.

Widyati untuk sementara ini akan merangkap jabatan, hingga pejabat Sekda Depok baru terpilih melalui proses lelang yang sudah dibuka ini. (Gie)