Koster Memaparkan Kearifan Lokal Bali Pada Pertemuan Parlemen Antar Negara

FOTO: nusabali.com/indolinear.com
Sabtu, 26 September 2020
loading...

Indolinear.com, Mangupura – Pariwisata Bali yang ambruk karena pandemi Covid-19, masih bisa sedikit bernapas dengan banyaknya event nasional maupun internasional yang diboyong ke Bali.

Salah satunya, Pertemuan Parlemen Antar Negara di The Patra Hotel, Kuta, Badung, Rabu (23/9) malam. Dalam pertemuan yang membahas ekonomi hijau di era pandemi Covid-19 itu, Gubernur Wayan Koster berkesempatan memaparkan kearifan lokal Bali.

Pertemuan Parlemen Antar Negara di Kuta, Rabu malam, digelar secara semi daring. Sejumlah narasumber dan anggota DPR RI hadir secara fisik di tempat acara, sedangkan yang lain mengikuti secara virtual. Mereka yang hadir secara fisik, antara lain, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon (Fraksi Gerindra), Wakil Ketua  BKSAP Mardani Ali Sera (Fraksi PKS), Wakil Ketua BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana (dari Fraksi Demokrat Dapil Bali), dan anggota Komisi VI DPR RI Nyoman Parta (dari Fraksi PDIP Dapil Bali).

Dalam pertemuan itu, Gubernur Koster hadir bersama beberapa narasumber lokal yang juga praktisi dan Kelompok Ahli Pemprov Bali, seperti Popo Danes, Drs Ketut Putera Erawan MA PhD, dan Prof dr Dewa Putu Widjana DAP & ESp ParK. Hadir pula memberi sambutan Utusan COP26 Pemerintah Inggris, Dr John Murton, dan Direktur Regional Asia & America Westminster Foundation for Democracy, Matthew Hedges.

Gubernur Koster berkesempatan memberikan sambutan dalam acara Working Visit and Focus Group Discussion dengan tema ‘Reshaping Indonesia’s Green Economy Agenda in The Struggle of Post-Covid 19 Recovery: Enhancing The Roles of Parliament Through Innovative Citizen Engagements’, yang diselenggarakan BKSAP DPR RI tersebut.

Gubenur Koster memberi apresiasi atas dipilihnya Bali sebagai tempat pertemuan berskala internasional oleh BKSAP DPR RI tersebut, sehingga membantu Provinsi Bali dalam upaya pemulihan pariwisata dan perekonomian yang sangat terpukul akibat pandemi Covid-19. “Kami apresiasi karena acara international ini digelar di Bali yang pariwisatanya terdampak Pandemi Covid19,” jelas Gubernur Koster., dilansir dari Nusabali.com (25/09/2020).

Koster berharap vibrasi kesucian dan keindahan alam Bali serta keramahtamahan masyarakatnya akan memberikan kekuatan dan inspirasi bagi seluruh peserta pertemuan, sehingga kegiatan berskala internasional ini dapat berlangsung dengan baik, lancar, dan sukses dalam suasana pandemi Covid-19. “Kita semua berharap pertemuan ini akan menghasilkan berbagai rumusan mengenai hal-hal terbaik bagi upaya pemulihan ekonomi, sesuai dengan tema ‘Reshaping Indonesia’s Green Economy Agenda in The Struggle of Post-Covid 19 Recovery’,” jelas Gubernur yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini.

Disebutkan, ekonomi hijau adalah konsep ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang meminimalkan kerusakan lingkungan dan alam. Menurut Koster, tema ini sangat tepat dan sesuai dengan visi pembangunan Bali yang berbasis kearifan lokal Sad Kertih. Sejalan dengan tema ini, kata Koster, Pemprov Bali sedang melaksanakan regulasi berupa Perda dan Pergub dengan kebijakan dan program pembangunan perekonomian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Misalnya, sistem pertanian organik, pembangunan industri berbasis budaya branding Bali, standar penyelenggaraan kepariwisataan budaya Bali, Bali energi bersih, penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, pengelolaan sampah berbasis sumber, serta perlindungan danau, mata air, sungai dan laut,” beber Koster.

Koster juga memperkenalkan bagaimana masyarakat Bali memandang pandemi dalam perspektif kearifan lokal. Politisi PDIP asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini mengatakan dalam keyakinan masyarakat Bali, wabah penyakit merupakan bagian dari siklus alam yang bisa datang berulang dalam kurun waktu dasawarsa, abad, atau milenium.

“Munculnya wabah penyakit merupakan penanda adanya ketidakharmonisan atau ketidakseimbangan alam beserta isinya pada tingkatan berbahaya, akibat ulah manusia yang tidak terkendali dalam berbagai aspek, seperti eksploitasi alam,” tegas mantan anggota Komisi X DPR RI tiga kali periode ini.

Menurut Koster, dalam menghadapi pandemi Covid-19, dibutuhkan kesabaran yang tinggi dengan terus melakukan berbagai upaya seraya memohon kepada Tuhan agar pandemi segera berlalu, sehingga kehidupan perekonomian bisa bangkit kembali. “Saya menyambut baik dan bangga dengan pertemuan penting ini sebagai forum untuk berbagi wawasan, pengalaman, dan pengetahuan untuk mendorong terwujudnya kekuatan ekonomi hijau menuju tatanan era baru dunia,” kata Koster.

Sementara itu, Wakil Ketua BSKAP DPR RI yang notabene praktisi pariwisata, Putu Supadma Rudana, mengatakan event Pertemuan Antar Parlemen Dunia selalu didorong ke Bali, dengan tujuan agar ekonomi Bali bisa bangkit. “Kami pimpinan kolektif kolegial di BKSAP DPR RI selalu mendorong event internasional dibawa ke Bali. Apalagi, Bali saat ini paling terdampak sektor pariwisatanya karena Covid-19. Jadi, event yang kita bawa ini sekaligus untuk mengkampanyekan pariwisata Bali di mata dunia internasional. Tahun 2017 dan Tahun 2018 kita juga bawa pertemuan serupa ke Bali,” ujar politisi asal Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar yang juga Wasekjen DPP Dedmokrat ini. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: