Kosmonaut Uni Soviet Tewas dalam Misi Antariksa Soyuz 1

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 24 Mei 2020

Indolinear.com, Jakarta – 24 April 1967, Uni Soviet mengumumkan kegagalan besar misi antariksanya, dengan jatuhnya Soyuz 1 dan kematian kosmonaut di dalamnya.

Dikutip dari Liputan6.com (22/05/2020), Kolonel Vladimir Komarov (40) adalah korban pertama yang diketahui dari penerbangan antariksa itu.

Dia adalah seorang kosmonaut yang berpengalaman, pada penerbangan keduanya telah menyelesaikan semua eksperimennya dengan sukses sebelum kembali ke Bumi.

Namun dalam beberapa detik pendaratan, tepat setelah dia kembali memasuki atmosfer Bumi, tali parasut yang dimaksudkan untuk memperlambat turunnya tampaknya menjadi kusut.

Pesawat ruang angkasa itu jatuh ke Bumi dari ketinggian. Kemungkinan besar Kolonel Komarov meninggal seketika karena benturan.

Setelah dinyatakan wafat, ia dianugerahi anumerta dengan Bintang Emas kedua kepahlawanan dan abunya akan dimakamkan di dinding Kremlin — salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan kepada warga negara Uni Soviet.

Berita kematian Kolonel Komarov disambut dengan penyesalan dan keprihatinan Amerika Serikat. Kepala program luar angkasa AS, James Webb, menyerukan kerjasama yang lebih besar dalam eksplorasi antariksa.

Tim yang terdiri dari 47 astronaut yang bekerja di Houston, Texas mengirim telegram belasungkawa kepada rival mereka di Uni Soviet.

Soyuz 1 dikenal sebagai jenis pesawat ruang angkasa yang baru dan lebih berat. Pesawat ini dibuat sebagai bagian dari upaya Soviet untuk mendaratkan manusia di Bulan, dan Kolonel Komarov telah direncanakan untuk mengujinya.

Para ahli mempertanyakan mengapa Kolonel Komarov tidak menggunakan sistem ejeksi untuk keluar dari pesawat ruang angkasa. Komarov juga diketahui menderita masalah jantung. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya