Korea Selatan Konfirmasi 7 Kasus Varian Baru Virus Corona

FOTO: tribunnews.com/indolinear,com
Selasa, 2 Februari 2021
loading...

Indolinear.com, Korsel – Korea Selatan kembali mengonfirmasi tujuh kasus varian baru virus corona yang lebih menular pada Senin (1/2/2021).

Berdasar keterangan Otoritas Kesehatan, total kasus infeksi varian baru virus corona di Korea Selatan menjadi 34 orang.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan, ketujuh orang itu dipastikan terinfeksi tiga jenis varian yang diketahui lebih dapat menular selama sepekan terakhir.

“Di antara mereka, empat varian berasal dari Inggris, diikuti satu dari Afrika Selatan dan dua dari Brasil,” kata KDCA, dikutip dari Tribunnews.com (01/02/2021).

Petugas Kesehatan di Bandara Incheon

Seorang petugas kesehatan menunggu untuk memeriksa penumpang di bandara internasional Incheon pada 29 Desember 2020, di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Pihak berwenang mengaku, mereka tetap waspada terhadap kemungkinan varian baru yang sangat mudah menular dapat memicu peningkatan lain dalam kasus virus di Korea Selatan.

Munculnya beberapa mutasi Covid-19 baru-baru ini telah mempersulit perjuangan global melawan pandemi karena lebih mudah menular daripada yang asli.

Petugas kesehatan menunggu untuk memeriksa penumpang di bandara internasional Incheon pada 29 Desember 2020, di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Perpanjang Larangan Penerbangan dari Inggris

Korea Selatan telah memperpanjang larangan penerbangan penumpang yang datang dari Inggris.

Aturan ini telah diberlakukan sejak 23 Desember 2020 hingga 11 Februari 2021 untuk memblokir varian baru virus corona yang pertama kali diidentifikasi di Inggris.

KDCA telah melakukan tes lebih lanjut, yang dikenal sebagai urutan generasi berikutnya, pada kedatangan dari Inggris dan Afrika Selatan.

Metode ini memberikan cara yang efektif untuk mengidentifikasi strain virus corona dan patogen lain tanpa sepengetahuan organisme sebelumnya.

Selain itu, semua pendatang asing harus menunjukkan dokumen yang menunjukkan tes PCR negatif yang diambil dalam 72 jam setelah keberangkatan mereka ke Korea Selatan.

Negara itu menambahkan 305 lebih banyak kasus Covid-19 pada Senin, jumlah terkecil dalam lebih dari dua bulan.

 Kata Analis Soal Varian Baru Virus Corona

Analis yang mengamati varian baru virus corona yang diidentifikasi di Inggris sebelum Hari Natal 2020 mengonfirmasi, varian itu lebih cepat menyebar, tetapi tidak menyebabkan penyakit lebih parah.

Diberitakan Tribunnews sebelumnya, analisa yang dilakukan oleh Public Health England (PHE) juga menunjukkan bahwa varian baru virus corona tidak lebih mematikan daripada jenis virus lainnya.

Varian baru virus corona diduga menyebar di Inggris sejak September 2020.

Pada saat itu, para ahli memperingatkan bahwa varian baru virus corona, sekira 70 persen lebih mudah ditularkan daripada jenis virus dominan lainnya.

Jumlah kasus varian baru virus corona telah berkembang pesat selama sebulan terakhir dan juga telah diidentifikasi di beberapa negara di seluruh dunia.

Para ilmuwan membandingkan 1.769 pasien yang memiliki varian baru virus corona dengan jumlah pasien yang sama dengan virus yang mereka sebut ‘tipe liar’.

Kedua kelompok memiliki kesamaan dalam hal usia, etnis dan jenis kelamin.

Sekira 42 pasien dirawat di rumah sakit secara total, terdiri dari 26 dari kelompok tipe liar dan 16 dari kelompok varian baru.

Namun, para ahli mengatakan, perbedaan ini tidak cukup besar untuk menunjukkan signifikasi secara statistik.

Tingkat Kematian

Para peneliti juga mengamati tingkat kematian hingga 28 hari setelah dites positif mengidap penyakit tersebut.

Pada kelompok dengan varian baru virus corona, 12 orang meninggal dalam jangka waktu tersebut, dibandingkan dengan 10 pada kelompok lain.

Sekali lagi, para ilmuwan menegaskan perbedaan ini tidak dipandang signifikan secara statistik.

Meski merupakan kabar baik bahwa varian baru virus corona tidak menyebabkan penyakit lebih parah, virus yang menyebar dengan cepat masih menjadi masalah besar.

India dan Korea Selatan disebut sebagai negara terbaru yang melaporkan kasus varian baru virus corona.

Lebih dari 50 negara telah memberlakukan pembatasan perjalanan di Inggris.

Menyoal hal ini, Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan agar tak mengucilkan negara yang berbagi informasi.

“Hanya jika negara menemukan dan menguji secara efektif, Anda dapat menyesuaikan strategi untuk mengatasinya,” ungkap Dr Tedros. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: