Korban Jiwa Topan Amphan Di Teluk Benggala Telah Ditemukan

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 22 Mei 2020
loading...

Indolinear.com, India – Lebih dari 80 orang tewas dan lainnya kehilangan tempat tinggal setelah Topan Amphan menghantam kota-kota pesisir dan kota-kota di India dan Bangladesh pada Rabu (20/5/2020) sore waktu setempat.

Pemerintah kini bertanggungjawab memberikan bantuan kepada warga yang dievakuasi.

Namun mereka juga harus memperhatikan penularan Covid-19 di antara pengungsi, sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com (21/05/2020).

Daerah yang rusak akibat angin topan ini juga menjadi wilayah terdampak virus corona.

Upaya evakuasi berskala besar tampaknya telah menyelamatkan banyak nyawa, tetapi mungkin perlu berhari-hari untuk mencatat kematian, cedera, dan kerusakan akibat topan secara rinci.

Amphan merupakan angin topan paling kuat yang terjadi di Teluk Benggala.

Kekuatan angin ini mampu merobohkan rumah-rumah, pepohonan, merusak jembatan hingga sebagian besar wilayah terdampak kehilangan daya listrik.

Angin topan ini memiliki kecepatan 165 km/jam (102 mph) dan membawa badai laut setinggi 1,5 meter.

Kepala daerah Benggala Barat, Mamata Banerjee pada Kamis ini mengatakan setidaknya ada 72 orang tewas di negara bagian Benggala Barat, termasuk 15 orang di kota Kolkata.

Salah satunya adalah seorang gadis muda yang meninggal tertimpa runtuhan rumahnya di distrik Howrah.

“Saya belum pernah melihat bencana seperti itu,” kata Banerjee kepada wartawan.

“Semua area menghadapi kehancuran. Tidak ada yang tersisa,” tambahnya.

Pusat Operasi Darurat Kesehatan Bangladesh mengatakan ada 10 orang yang dipastikan tewas.

Di antara adalah relawan Bulan Sabit Merah berusia 57 tahun di Barisal yang tenggelam ketika mencoba menyelamatkan korban lainnya.

Tim-tim bencana bekerja sepanjang malam dan hingga Kamis pagi di negara bagian Bengal Barat dan Odisha di India.

Mereka menebangi pohon dan memindahkan puing-puing lain dari jalan.

Perdana Menteri India, Narendra Modi mengaku akan membantu korban angin topan ini secara merata.

“Tidak ada batu yang akan terlewat dalam membantu korban yang terkena dampak,” cuitnya pada Kamis ini.

“Seluruh bangsa berdiri dalam solidaritas dengan Benggala Barat,” tulisnya.

“Pikiranku bersama orang-orang Odisha ketika negara dengan berani bertarung melawan efek Topan Amphan,” tambah Modi.

Kepala daerah Benggala Barat, Banerjee mengaku telah meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk para korban bencana.

Dia juga meminta Modi untuk mengunjungi daerah yang dilanda Amphan.

Sejauh ini belum ada kematian dari negara bagian tetangga, Odisha.

Padahal pemerintah setempat mengaku angin dan badai juga menyebabkan kerusakan parah di sana.

Sementara ini India sudah mengevakuasi lebih dari 650.000 di Benggala Barat dan Odisha

Pantai dataran rendah Bangladesh, tempat tinggal 30 juta orang, dan timur India secara teratur dihantam oleh angin topan yang telah merenggut nyawa ratusan ribu orang dalam beberapa dekade terakhir.

Pada 2007 Topan Sidr menewaskan lebih dari 3.500 orang di Bangladesh.

Pada 1999, topan super menewaskan hampir 10.000 orang di negara bagian Odisha di India, delapan tahun setelah topan, tornado dan banjir menewaskan 139.000 di Bangladesh. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: