Koperasi UMKM Mandiri, Berawal Dari Meja Kini Menyewa Gallery

Jumat, 23 Oktober 2015
loading...

Indolinear, Tangsel  – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memiliki 40 ribu Usaha Kecil Menengah (UKM), dimana produk yang dihasilkan sangat beragam. Mereka memiliki cara memasarkan produknya melalui koperasi.

Dengan mendirikan koperasi, para UKM bisa menitipkan produknya untuk dijual. Salah satunya adalah Koperasi UMKM Mandiri yang berlokasi di Jalan Rawa Buntu, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, tepatnya di Rumah Makan Gabus Pucung.

Letaknya yang strategis, memudahkan galeri UMKM ini ditemukan. Terlebih berada di sebuah rumah makan. Lokasi tersebut dipilih untuk menjemput bola dan minat pasar terkait hasil produk UKM.

“Biasanya pembeli yang sudah makan di restaurant ini sering datang untuk melihat dan membeli produk UKM yang kami jual. Apalagi ini jalan raya besar yang menuju tol, jadi banyak tamu dari dalam maupun luar kota yang membeli,” jelas Ketua Koperasi UMKM Mandiri, Erwin Suryana pada Jumat (23/10).

Awalnya koperasi tersebut hanya berupa meja yang menumpang di restaurant. Seiring berjalannya waktu, ternyata hasilnya cukup membaik. Hingga akhirnya kini mereka bisa menyewa galeri.

“Produk yang kami jual beragam, mulai dari makanan ringan, fashion, handycraft dan lainnya. Semuanya produk hasil buatan para UKM yang tinggal di berbagai Kecamatan di Tangsel,” ungkap Erwin.

Terlihat, etalase-etalase berjajar rapi memajang hasil karya handycraft meliputi vas bunga dari cangkang telur, tudung saji, alas tutup gelas, bros, sarung bantal guling, daur ulang celengan bambu, dan lainnya.

Untuk kuliner ada kembang goyang, akar kelapa, sagon bakar, dodol Cilenggang, rengginang kacang sangrai, dan lainnya. Sedangkan fashion dia menjual pakaian, sandal, dan sepatu. Untuk pakaian rata-rata yang dijual batik.

“Kita juga menjual bahan-bahan batik. Kebanyakan batik Tangsel yang pernah digunakan walikota maupun SKPD. Batik Harganas pun kami jual,” terangnya.

Dengan beragam produk, mereka membanderol harga mulai dari Rp 2500 hingga Rp 700 ribu. Harganya cukup terjangkau, karena mereka tidak terlalu mengambil banyak keuntungan.

Erwin mengatakan Koperasi UMKM Mandiri memiliki anggota sebanyak 117 UKM di tujuh kecamatan di Tangsel.

“Di sini sistem jual titip, para barang anggota dipasarkan di galeri ini, akhir bulan pembayarannya,” ujarnya.

Salah satu produk yang sering dicari konsumen itu adalah Sagoon bakar dan dodol Cilenggang. Sambung Erwin, produk-produk lainnya juga tak kalah diminati konsumen.

Dilanjutkannya, berbagai strategi pemasaran dikembangkan dari pinggir jalan hingga ke Pemerintahan Kota Tangsel.

“Kita sering ikut pameran tingkat nasional dan internasional,” ucapnya.

Erwin menambahkan dirinya terbuka lebar menerima pelaku UKM yang ingin bergabung dengan Koperasi UMKM Mandiri.

“Kita siap membantu masyarakat untuk membuat usaha dengan belajar di Koperasi UMKM Mandiri. Harapannya, agar semakin banyak warga Tangsel yang bisa memiliki usaha,” ujarnya.

Selaku anggota Koperasi UMKM Mandiri, Maesyaroh menyatakan berbagai macam kegiatan dilakukan UMKM Mandiri. Salah satunya dengan sharing sesama anggota untuk mengembangkan produk.

“Kita juga sering mengikuti beragam pameran yang sering dilaksanakan oleh SKPD di Tangsel. Kadang dari pameran suka ada yang pesanan banyak,” jelasnya. (sophie)