Komisi V Mengimbau Masyarakat Patuhi Instruksi Larangan Mudik 2021

FOTO: akurat.co/indolinear.com
Minggu, 25 April 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mengapresiasi peraturan baru pemerintah tentang larangan mudik jelang Hari Raya Idul Fitri yang berlaku pada 6-17 Mei 2021.

Dia mengimbau kepada segenap masyarakat Indonesia untuk mematuhi instruksi larangan mudik itu.

“Saya melihat, perkembangan Covid-19 akhir-akhir ini sangat meningkat. Bahkan, di daerah saya di Kalimantan Barat, sudah masuk zona merah dan hitam. Hal ini merupakan kenyataan musibah yang harus dihadapi,” ungkap Syarief sebagaimana yang dikutip dari Akurat.co (24/04/2021).

Untuk itu, Syarief meminta semua pihak yang berkeinginan mudik agar menahan diri dengan melihat sisi bahwa larangan mudik ini untuk kepentingan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Kemudia, dia kembali mengingatkan, penyebaran Covid-19 melalui interaksi antar manusia. Sehingga, keputusan larangan mudik oleh pemerintah harus dimengerti oleh seluruh masyarakat dengan mempertimbangkan kepentingan bersama yang jauh lebih besar, meski mudik tidak kalah pentingnya. Selain itu, ia menyoroti kebijakan masih dibukanya wisata di tengah larangan mudik.

Syarief menilai, kebijakan itu merupakan bentuk inkonsistensi pemerintah. Mestinya, menurut Syarief, pemerintah juga menghentikan sementara kegiatan wisata selama pemberlakuan larangan mudik berlangsung.

Maka, lanjut Syarief, harus ada sinergi dan kolaborasi antara Kemenhub dengan Kemenparekraf jika pemerintah serius dan konsisten mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

“Saya berharap, seluruh pihak dapat berpikir secara jernih untuk menekan terlebih dulu keinginan individu dengan mematuhi larangan mudik,” tandasnya.

Seperti diketahui, Satgas Penanganan Covid-19 terus melakukan pengetatan mobilitas Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) terkait larangan mudik guna menekan penyebaran Covid-19. Pengetatan mobilitas tersebut tertuang dalam Addendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021.

Dalam addendum itu, mengatur pengetatan PPDN selama H-14 peniadaan mudik yakni 22 April-5 Mei 2021 dan H+7 peniadaan mudik yaitu 18 Mei-24 Mei 2021. (Uli)