Komisi Perlindungan Anak Daerah Kota Bekasi Tekan Angka Kekerasan Anak

FOTO: bekasikota.go.id/indolinear.com
Minggu, 14 April 2019
Bekasi | Uploader puspita

Indolinear.com, Bekasi – Komisi Perlindungan Anak Daerah Kota Bekasi akan memperkuat sinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bekasi dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap anak, serta lebih lanjut, mewujudkan Kota Bekasi sebagai Kota Layak Anak kategori Nindya.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua KPAD Kota Bekasi Aris Setiawan usai pengukuhan pengurus KPAD Kota Bekasi oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Aris mengatakan, dalam upaya menekan angka kekerasan anak tersebut, kepengurusan KPAD kini diperkuat dengan keterlibatan lebih banyak unsur akademisi juga praktisi medis. Akademisi dimaksud merupakan dosen psikologi, praktisi bidan, juga pengelola lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada penanganan anak-anak yang terlibat jeratan narkoba.

“Kami meyakini, pelibatan akademisi bisa banyak membantu menekan angka kekerasan anak melalui upaya pencegahan melalui serangkaian sosialisasi,” katanya dilansir dari bekasikota.go.id.

Menurut Aris, sosialisasi merupakan kunci penting keberhasilan menekan angka kekerasan anak. Selain juga mengaktifkan kinerja para satuan tugas perlindungan anak yang ada di tingkat RT/RW.

Sementara itu, Kepala DP3A Riswanti mengatakan, sinergi yang selama ini telah dibangun dengan KPAD Kota Bekasi sudah sangat baik.

“Tiap kali ada laporan kasus, kami tangani bersama hingga tuntas. Baik itu yang datang melalui kami atau yang dilaporkan ke KPAD, kami tangani bersama-sama,” ucapnya.

Penanganan kasus kekerasan terhadap anak, ditegaskan Riswanti, harus ditangani hingga tuntas. Dengan demikian, pelaku juga korbannya tidak kembali terlibat pada kasus yang sama di masa mendatang.

“Mudah-mudahan sinergitas ini bisa terus menekan angka kekerasan anak di Kota Bekasi dalam lima tahun mendatang,” ucapnya.(pit)