Komisi I DPR RI Minta TPN-OPM Kedepankan Ruang Dialog

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 11 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Anggota Komisi 1 DPR RI Yan Permenas Mandenas meminta kelompok TPN-OPM mengedepankan ruang dialog dan menghentikan tindakan kekerasan di Papua. Pasalnya kekerasan yang berlangsung telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

“Saya tidak ingin menyudutkan siapa pun. Tapi jangan jadikan masyarakat menjadi korban. Ada ruang dialog yang bisa digunakan, ketimbang aksi tembak menembak antara kelompok masyarakat bersenjata, dengan aparat TNI dan Polri,” ujar Yan, dilansir dari Tribunnews.com (10/10/2020).

Yan mengaku kaget dengan adanya dua orang anggota tim pencari fakta yang menjadi korban penembakan.

Pihaknya di Komisi 1 DPR terus memantau kondisi di Papua khususnya di Intan Jaya.

“Ini harusnya tidak terjadi. Apalagi salah seorang tim merupakan dosen UGM. Kita berharap keduanya lekas sembuh dan permasalahan di Intan Jaya segera terselesaikan,” katanya.

Yan menyayangkan adanya penembakan terhadap tim pencari fakta. Seharusnya aparat intelijen bisa mengantisipasi kejadian tersebut.

“Kalau Intelejen kita bagus. Harusnya tim pencari fakta tidak ada yang tertembak. Artinya kalau di lokasi kejadian masih rawan, aparat bisa mengingatkan kepada tim untuk berhati-hati atau menunda melakukan tugas mereka, sampai kondisi disana stabil,” pungkasnya.

Sebelumnya Anggota TGPF mengalami Penembakan di daerah Kampung Mamba Bawah, Distrik Hipadita, Intan Jaya. Tepatnya, di tanjakan Wagonopone, sekitar 4 atau 5 km menjelang Sugapa dari arah Hitadipa.

Dua orang terluka yakni prajurit Satgas Apter Hitadipa, Sertu Akbar mengalami luka tembak di pinggang dan kedua anggota Tim TGPF yakni Dosen UGM Bambang Purwoko, mengalami luka tembak di pergelangan kaki kiri dan tangan kiri. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: