Kominfo Mengajak Generasi Milenial Mulai Bijak Kelola Sampah

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 5 Mei 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim (IKPM) Kemenkominfo Septriana Tangkary mengajak generasi milenial mulai bijak mengelola sampah.

Menurutnya, persoalan sampah bukan persoalan yang sederhana di Indonesia, nyatanya jumlah timbulan sampah yang ada masih sangat besar, sekitar 67,8 juta ton pada tahun 2020 (Data KLHK).

“Kondisi-kondisi seperti ini yang perlu kita kelola dengan baik, yang direfleksikan dalam langkah-langkah, komunikasi, informasi, dan penyadar-tahuan atau edukasi (KIE),” kata Septriana Tangkary dalam Webinar Creative Talk Pojok Literasi  “Gaya Hidup Minim Sampah, Yuk Pilah Sampahmu!” dilansir dari Tribunnews.com (04/05/2021).

Dia menegaskan pemerintah juga sudah menerbitkan Permen LHK Nomor P.75 Tahun 2019 mengenai Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen sebagai salah satu upaya pengurangan sampah plastik.

Permen tersebut mengatur kemasan produk yang dikeluarkan produsen.

Kemasan yang dimaksud nantinya harus memenuhi standar dapat didaur ulang atau dikomposkan.

Kepala Seksi Bina Peritel Direktorat Pengelolaan Sampah KLHK Agus Supriyanto mengatakan walaupun tingkat ketidakpedulian masyarakat terhadap sampah cukup tinggi sebesar 0,72 poin, namun mulai ada indikasi positif terhadap perubahan perilaku masyarakat.

“3R merupakan bagian utama dari Hirarki Pengelolaan Sampah karena memuat 4 aktivitas penting yang menjadi dasar pengelolaan sampah yang berkelanjutan, yaitu pencegahan (prevention), pembatasaan (minimisation), penggunaan ulang (reuse), dan pendauran ulang (recycle),” ucapnya.

Chapter Leader Trash Hero Jakarta, I Gusti Krishna Aditama menjelaskan bahwa bila berbicara tentang persoalan sampah, daur ulang bukanlah solusinya, tetapi bagaimana kita berupaya sebaik mungkin untuk mengurangi sampah.

“Kenali jenis sampah, pisahkan dan manfaatkan sampah organik dan non-organik. Sampah organik bisa dijadikan kompos, akan tetapi sampah non-organik seperti sachet minuman sekali pakai,  baterai, dan sebagainya sangat sulit untuk di daur ulang,” terangnya. (Uli)