Kisah Wanita Yang Berhubungan Seks Setiap Hari Selama Setahun

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 3 Agustus 2019

Indolinear.com, Jakarta – Brittany Gibbons berhubungan seks setiap hari bukan karena maniak seks. Bukan juga untuk membuktikan hubungan dengan suaminya baik-baik saja. Melainkan, ini adalah cara penulis buku itu kembali percaya diri dengan tubuhnya yang berisi.

“Saya melakukan ini untuk diri sendiri, efeknya memang membuat pernikahan jadi lebih membahagiakan,” kata Brittany dalam sebuah tulisan di Good Housekeeping dilansir dari Liputan6.com (02/08/2019).

Usai memiliki tiga anak, wanita asal Amerika Serikat ini malu akan tubuhnya yang berisi. Ia tak mau bercermin ketika tanpa busana, selalu mematikan lampu ketika bercinta, bahkan sampai menyembunyikan perut dan payudaranya di balik kamisol.

Beberapa tahun menyembunyikan tubuhnya saat bercinta, dirinya pun menginginkan kembali percaya diri dengan tubuhnya. Tak berapa lama, ia bertemu seorang teman yang bercerita setiap hari berhubungan intim dengan pasangannya. Di mata Brittanny, pasangan tersebut saling cinta, humoris, dan punya hubungan yang kuat.

“Itu hal yang ingin kami lakukan saja,” kata Brittanny mengulang ucapan temannya.

Sejak saat itu dirinya terpikir untuk mencoba bercinta setiap hari. Dengan cara ini dia akan memaksa diri terbuka terhadap tubuhnya. Tentu, tidak mungkin selama setahun bercinta terus-terusan dengan lampu menyala dan memakai baju.

“Dan, selama setahun kami berhubungan seks setiap hari, kecuali ketika saat sakit atau sedang bekerja di luar kota,” tutur penulis buku Fat Girl Walking: Sex, Food, Love, and Being Comfortable in Your Skin … Every Inch of It.

Perjuangan Berhubungan Seks Setiap Hari

Bukan hal mudah untuk terus bercinta setiap hari. Apalagi, usai mengurus tiga anak, rasa-rasanya dia hanya ingin menghabiskan malam dengan duduk di sofa sambil makan sereal dan nonton televisi.

Namun, setelah rutinitas itu berjalan beberapa bulan, Brittany mulai merindukan sesi intim bersama suami. Dia merasakan ikatan dengan suami begitu lekat. Eksplorasi lokasi bercinta pun makin beragam mulai dari ruang cuci baju, garasi, hingga dapur.

“Hubungan kami jadi makin kuat. Kami jadi makin romantis, saling berciuman sebelum berangkat kerja. Bukan sekadar kecupan dingin yang dia berikan,” kata Brittany.

Selain soal hubungan emosional yang lebih terbangun dengan suami, usai tiga bulan rutin bercinta setiap hari dia merasakan nikmatnya bercinta. Dia pun makin mencintai tubuhnya, apa adanya.

Saat hubungan seks setiap hari berjalan enam bulan, kepercayaan diri terhadap tubuhnya pun menguat. Dia tak lagi malu melepaskan kamisol saat bercinta. Ia menerima bahwa memang payudaranya sudah kendur atau perutnya membuncit.

“Untuk pertama kali, saya lebih peduli pada kenikmatan bercinta daripada berusaha menutupi perut atau lemak punggung yang kendur,” tuturnya.

Setahun kemudian, kepercayaan diri terhadap tubuhnya sudah pulih benar. Ia mencintai tubuhnya apa adanya.

“Hubungan saya dengan suami dan cara saya memandang tubuh telah berubah secara menakjubkan,” katanya.

Bercinta bukan bak robot

Setelah setahun bercinta setiap hari, dia tak lagi melakukan aktivitas intim itu setiap hari. Selain mengistirahatkan organ intim, dia sadar bahwa dirinya adalah manusia bukan robot yang bisa bercinta setiap hari.

Ada beberapa pelajaran yang dia dapat dari melakukan eksperimen bercinta setiap hari selama setahun. Pertama, bahwa tidak bercinta setiap hari adalah hal yang normal. Orang-orang di sekitar banyak yang tidak seperti itu karena disibukkan aneka kegiatan.

Kedua, Brittany jadi mempelajari seberapa sering aktivitas intim yang ia butuhkan agar lebih intim dengan suami.

“Terakhir, saya belajar bahwa untuk menjadi istri yang lebih baik, ibu yang lebih baik, dan wanita yang lebih baik adalah penting untuk punya rasa baik tentang diri sendiri,” tutupnya. (Uli)