Kisah Wanita Tak Punya Tangan Yang Jadi Instruktur Tari

FOTO: detik.com/indolinear.com
Selasa, 16 November 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Seorang wanita yang memiliki kekurangan menginspirasi banyak orang dengan kemandiriannya. Adalah wanita bernama Nur Syakirah Syazwana yang bekerja keras meski lahir tanpa tangan. Meski ada keterbatasan, ia bisa bekerja hampir seperti orang normal bahkan menjalani profesi pengantar makanan dan instruktur tari.

Nur Syakirah Syazwana adalah wanita asal Singapura yang baru-baru ini jadi sorotan karena kegigihannya. Lahir tanpa tangan, Syakirah tampak tak memiliki kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Saat SD, Syakirah bahkan pernah disorot karena punya tulisan yang bagus walau tidak punya 10 jari. Kini ia pun bisa dengan mudah merias wajahnya seperti kebanyakan wanita lain.

Meski begitu, Syakirah tetap memiliki beberapa keterbatasan di keseharian. Ia mengaku tidak bisa untuk menggunakan gunting atau pisau sehingga sulit menyiapkan makanan. Ia juga sering kesusahan mengeringkan pakaian basah karena sulit memegang gantungannya. Tapi selain itu, wanita tersebut tak punya kesulitan berarti terutama dalam bekerja, dilansir dari Detik.com (14/11/2021).

Syakirah mulai mencari pekerjaan di 2018. Sebelumnya ia pernah bekerja di bidang administrasi tapi beberapa waktu lalu ingin melebarkan sayap ke dunia retail. Sayangnya keinginan itu sempat tidak berjalan mulus karena keterbatasannya. “Kapanpun aku dapat wawancara kerja, mereka seperti aku tidak bermaksud memandang ‘judgemental’, tapi sebenarnya mereka ‘judgemental’,” katanya dilansir Mothership.

Wanita itu pun tidak menyerah dan mencoba berbagai lowongan yang ditemukan. Hingga suatu saat ia diterima menjadi resepsionis sebuah tempat fitness. Di sanalah, Syakirah membuka diri dan mencoba berbagai kelas olahraga. Melihat potensinya, Syakirah ditawari menjadi guru tari salsa. Tanpa ragu, ia menyetujui permintaan itu lalu dikirim ke Jakarta untuk mendapat sertifikat profesional.

Sayangnya karena COVID-19, Syakirah tidak bisa mengajar tari salsa di gym. Ketika itu, ia bertekad untuk mencari sumber penghasilan alternatif dan memutuskan untuk jadi pengantar makanan foodpanda. Jika biasanya pengantar makanan menggunakan motor, karena kekurangannya Syakirah memilih jalan kaki atau dengan bus.

Selain jadi guru tari dan pengantar makanan, di keseharian Syakirah juga sering disibukkan dengan unggah konten di TikTok. Ia pun ingin memperlihatkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang. “Yang aku bisa bilang, jadilah diri sendiri, tetap positif. Dan jangan menyerah apapun situasi yang kamu hadapi. Aku hanya membuat diriku senang dan menikmati diriku. Ketika aku menari, aku menari. Itu saja,” katanya. (Uli)