Kisah Tragis Gadis SD di Kendal Tewas Dipukuli Temannya

Sabtu, 31 Oktober 2015
Info Banten | Uploader Arif
loading...

KENDAL – Kasus kekerasan di lingkungan sekolah hingga merenggut korban nyawa kembali terjadi. Kali ini, korbannya Mila Amelia, 12, siswi kelas VI SD Negeri 2 Sarirejo, Kaliwungu, Kendal. Ia menemui ajal setelah dipukul teman sekelasnya berinisial UL, Senin (26/10) lalu.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, putri bungsu pasangan Nasikhin dan Umi Kalsum ini sempat tak sadarkan diri dan dirawat di RSUD dr Soewondo, Kendal. Namun setelah tiga hari dirawat, akhirnya korban meninggal dunia pada Kamis (29/10).

Nasikhin, ayah Mila, terlihat tegar ketika sejumlah wartawan mendatangi rumah sederhananya. Dengan mata sembab, Nasikin menjelaskan kronologi kejadian yang merenggut nyawa putrinya tersebut.

Kejadian nahas itu berawal saat pelaku menyobek buku milik putrinya. Tentu saja, sang putri tidak terima lantas menjerit dan meminta pertanggungjawaban UL. Namun tak diduga UL justru tidak terima, dan langsung melayangkan pukulan ke tengkuk korban.

”Setelah dipukul, anak saya pulang. Di rumah, dia sempat tidak sadarkan diri, dan tidak masuk sekolah selama dua hari karena mengeluh pusing,” cerita sambil

Saat di rumah, korban menceritakan jika ia telah dipukul oleh teman satu kelasnya, UL. Meski begitu, Nasikhin menganggap hal tersebut sebagai kejadian biasa, dan tidak menyadari kalau putrinya terluka dalam. Sebab, tidak ada bekas luka di tubuh putrinya.

”Tahu-tahu anak saya panas sejak Rabu (28/10) pagi hingga tidak sekolah selama dua hari. Pada Rabu malam, dia mengaku pusing. Saya langsung membawanya ke rumah sakit,” terangnya.

Fakta Dibalik Kejamnya Gorengan
Wanita Dewasa Perlu Tahu Tentang Gairah Pria
Sampai di rumah sakit, ia terkejut lantaran dari hasil rontgen diketahui saraf kepala bagian belakang Mila rusak, dan ada tulang leher yang bergeser.

”Saat itu kata dokter kondisinya sudah kritis, hingga akhirnya meninggal pagi tadi (Kamis kemarin, Red),” katanya sedih.

Meski nyawa putri kesayangannya melayang, Nasikhin enggan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Ia memilih menyelesaikan kasus yang menimpa putrinya secara kekeluargaan.

”Saya sudah ikhlas Mas, jadi tidak lapor polisi. Biar diselesaikan secara baik-baik saja,” ucapnya.

Kapolsek Kaliwungu AKP Setya Adi Nugraha saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan jika ada peristiwa pemukulan anak hingga merenggut nyawa yang dilakukan oleh temannya sendiri.

”Memang ada, kami sudah mendapatkan laporan di lapangan,” katanya.

Kronologi pemukulan terjadi saat UL menyobek Lembar Kerja Siswa (LKS) milik korban. Korban kemudian mengejek pelaku, hingga marah dan memukul punggung bagian atas korban. Usai dipukul, korban masih sempat jajan di kantin dan pulang ke rumah hingga akhirnya meninggal di rumah sakit selang tiga hari kemudian.

”Polisi sudah melakukan identifikasi korban, namun karena tidak ada laporan ke polisi dan pihak keluarga tidak menuntut secara hukum, polisi tidak melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

(radarsemarang/kan/ps)

Sumber Pojoksatu.id