Kisah TKW Miliarder Di Mekkah Yang Tak Lulus SD

FOTO: detik.com/indolinear.com
Rabu, 10 November 2021
loading...

Indolinear.com,Jakarta – Seorang wanita yang merupakan Tenaga Kerja Wanita yang kini tinggal di Mekkah, Arab Saudi belakangan menjadi viral karena kisah hidupnya yang sangat inspiratif. Walaupun tidak lulus Sekolah Dasar namun dirinya berhasil menjadi pengusaha sukses di negeri orang.

Kisah inspiratif dari wanita yang bernama Risma itu dibagikan oleh akun YouTube Faiz Slamet dan Sofi AW. Berawal dari bisnis kecil-kecilan yang digelutinya, kini bisnis makanannya itu sudah bisa menghasilkan sekitar Rp 3,7 miliar.

“Kalau masalah ini saya memang merintis sendiri. Orangtua nggak ikut campur gitu lah. Karena orangtua dulu biasa kerja ke orang Arab juga,” jelas Risma dalam akun YouTube Faiz Slamet, dilansir dari Detik.com (08/11/2021).

“Bapak Almarhum itu biasa, supir. Kalau ibu emang nggak kerja ke luar. Emang dari awal ibu ke sini itu saya sudah punya kecil-kecilan bisnis dari dulu,” tambahnya.

Namun tentu saja perjalanan Risma hingga akhirnya bisa sukses seperti saat ini tidaklah mudah. Risma mengatakan bahwa sebelumnya dirinya hanyalah seorang pedagang kaki lima. Pertama kali dirinya berani memutuskan untuk merekrut karyawan pun, dia hanya bisa mempekerjakan 4 orang dari keluarganya sendiri saja. Kini Risma sudah mampu mempekerjakan 80 karyawan sekaligus. Tetapi diakui Risma bahwa jumlah karyawannya tidak selalu sama setiap tahunnya. Itu tergantung pada tender yang didapatnya saja.

Walaupun kini usaha catering dan makanan ringannya sudah sangat maju dan sukses, tetapi kerugian pun sudah pernah dirasakan oleh Risma. Risma mengaku pernah tak dibayar oleh salah satu agen travel dan merugi karena terlalu banyak mengambil kerja sama dengan hotel.

“Pernah rugi 370 ribu riyal (sekitar Rp 1,4 miliar). Karena biasa saya kontrak hotel, restoran gitu kan. Ada 5 hotel waktu itu. Cuma waktu itu kendalanya dari karyawan gitu kan. Kurang karyawan, nggak bisa ngejar. Karena kalau sewa tinggi itu kan ramainya di restoran itu hanya dari tanggal 1 sampai tanggal 8 mau ke Arafah itu yang ramai. Setelah itu nanti pulang dari Arafah ramai itu paling ramainya 20 hari. Yang 25 hari itu sepi. Jadi kalau nggak bisa ngejar di hari 20 itu kita sudah rugi besar,” jelasnya.

Belajar dari pengalamannya itu, Risma kini menjadi lebih berhati-hati. Dia pun mengurangi jumlah kerja samanya dengan pihak hotel, dari 5 menjadi 2 saja.

Berkat usaha dan kerja kerasnya, Risma kini bisa menyewa apartemen seharga Rp 500 juta per tahun. Apartemen yang digunakannya sebagai tempat usaha sekaligus tempat tinggal tersebut memiliki 27 kamar dan 13 toilet.

“Disini listriknya setiap bulan atas bawah semua lebih 9 ribu riyal (hampir 40 juta),” terangnya. (Uli)