Kisah Tiga Wanita Cantik Yang Sosoknya Jadi Ikon Columbia Pictures

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 12 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Bagi pecinta sinema Hollywood, logo perusahaan film Columbia Pictures mungkin cukup melekat di ingatan. Gambar seorang wanita bergaun panjang yang memegang obor di awal film ini memang ikonis. Banyak yang menyebutnya sebagai tiruan patung Liberty. Namun tak banyak yang tahu, logo ini sudah mengalami perubahan sampai lima kali sejak pertama digunakan pada tahun 1924.

Para penggemar film produksi Columbia Pictures mungkin pernah bertanya-tanya, setidaknya sekali, siapa wanita yang menjadi ikon pada logo perusahaan film tersebut. Sejumlah wanita cantik sempat menjadi inspirasi. Dua di antaranya adalah aktris. Nama mereka tak pernah jadi sebesar Monroe atau Bardot. Namun keberadaan mereka menjadi kenangan tersendiri, dilansir dari Merdeka.com (10/07/2021).

Evelyn Venable                        

Awalnya, logo Columbia Pictures memanfaatkan sosok prajurit wanita Romawi yang memegang perisai di tangan kiri dan sebatang gandum di tangan kanan. Dua tahun kemudian, sosok Columbia yang dianggap lebih mewakili Amerika menggantikannya. Nah, sosok Columbia ini meminjam siluet tubuh dan paras Evelyn Venable. Dia adalah seorang voice actress yang meminjamkan suara emasnya untuk peri biru di Pinocchio produksi Walt Disney.

Jane Chester Bartholomew

Pada tahun 1936, logo Columbia Pictures berganti wajah lagi menjadi The Torch Lady. Kali ini giliran Jane Chester Bartholomew yang menjadi inspirasinya. Dia adalah aktris asal Pittsburgh yang ditemukan oleh Harry Cohn. Sosok sang dewi yang kini berdiri di atas undakan tak lagi memakai hiasan kepala. Logo ini pun dimodifikasi beberapa kali dan mulai dibuat versi berwarnanya untuk film The Desperadoes yang rilis di tahun 1943. Kain yang digunakan The Torch Lady awalnya juga berhias motif bendera Amerika Serikat, namun harus diubah sejak pemerintah melarang penggunaan bendera Amerika sebagai pakaian. Logo tersebut digunakan sampai tahun 70-an.

Pada tahun 1976 sampai 1993, Columbia Pictures menggunakan dua logo. Logo pertama menggambarkan pancaran sinar matahari menggantikan cahaya dari obor yang dipegang The TorchLady. Namun sosok sang dewi sendiri absen. The Torch Lady dimunculkan kembali pada tahun 1981, namun sosoknya tak begitu kentara. Lebih mirip seperti piala Oscar.

Jennifer Joseph

Pada tahun 1992, Columbia Pictures mulai menggunakan logo dengan sosok The Torch Lady yang masih dipertahankan hingga saat ini. Saat itu, Scott Mednick and The Mednick Group diminta oleh Columbia Pictures untuk mengembalikan penampilan klasik The Torch Lady setelah perusahaan tersebut dibeli Sony Pictures. Mednick lantas menyewa seniman New Orleans, Michael Deas untuk melakukannya. Deas meminta bantuan Jennifer Joseph, rekan sesama seniman grafis yang kala itu bekerja di The Times-Picayune sebagai model. Joseph bersedia untuk menjadi model selama jam makan siang.

Potret Jenny yang mengenakan baju kebesaran The Torch Lady lantas diberikan sentuhan animasi tiga dimensi oleh Synthespian Studios. Jadilah desain yang paling ikonis dan diingat pemirsa.

“Jadi, kami buru-buru ke sana saat makan siang dan mereka membalutkan seprai ke tubuh saya dan saya menggenggam lampu meja kecil biasa, yang biasa diletakkan di sudut,” kenang Jennifer Joseph dalam wawancara dengan WWL-TV.

“Lalu, saya acungkan lampunya dan kami menggunakan bohlam saja. Saya tidak menyangka [foto] itu akan masuk ke layar perak dan dan bertahan sampai dua puluh tahun kemudian, dan saya tidak menyangka itu akan dimasukkan ke museum, jadi cukup membanggakan juga,” timpal Michael Deas. (Uli)